Bela Trump, Senator Partai Republik: Serangan ke Iran Justru untuk Mengakhiri Perang
Kredit Foto: Reuters
Senator Partai Republik John Kennedy menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak menjadi pihak yang memulai perang saat memutuskan bergabung dengan Israel untuk menyerang Iran pada akhir bulan lalu. Sebaliknya, langkah tersebut diambil justru untuk mengakhiri peperangan.
"Kita tidak punya pilihan lain. Presiden tidak memulai perang, ia berusaha menghentikannya," kata Kennedy dalam program yang dipandu Larry Kudlow di Fox Business Network, Rabu.
Kennedy memaparkan intervensi militer itu dipicu oleh ancaman Iran yang berencana memproduksi 200 hingga 600 rudal per bulan.
"Iran pada dasarnya mengancam akan menimbun rudal-rudal tersebut. Ketika mereka memulai kembali program nuklirnya dan kita mencoba mencegahnya, mereka mengancam akan menghancurkan seluruh Timur Tengah, serta menyerang London, Paris, dan Berlin," jelasnya.
Senator asal Louisiana itu menambahkan tujuan utama operasi militer Trump adalah menghancurkan pabrik rudal dan drone Iran, melumpuhkan infrastruktur Garda Revolusi, serta menghancurkan angkatan laut dan angkatan udara negara tersebut.
Untuk diketahuk, konflik bersenjata dengan Iran ini telah berlangsung hampir sebulan. Namun, sejumlah jajak pendapat menunjukkan bahwa publik AS kurang menyetujui peperangan tersebut.
Awal mula keterlibatan AS dalam konflik ini juga masih menuai sorotan di dalam negeri. Beberapa pekan lalu, para petinggi parlemen dari Partai Demokrat maupun Republik menyebut bahwa keputusan pemerintahan Trump untuk meluncurkan rudal ke Iran sebagian besar bertumpu pada rencana serangan Israel.
Dalam sebuah rapat dengar pendapat tertutup, para pejabat pemerintahan Trump mengatakan kepada anggota parlemen bahwa rencana Israel untuk menyerang Iran telah memaksa AS mengambil tindakan pencegahan (preemptive action) demi melindungi pasukan Amerika di Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: