Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gedung Putih: AS Mulai Kurangi Intensitas Operasi Militer di Iran

Gedung Putih: AS Mulai Kurangi Intensitas Operasi Militer di Iran Kredit Foto: Reuters/Jonathan Ernst
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan akan mulai menurunkan intensitas operasi militernya di Iran. Langkah ini diambil seiring dengan semakin dekatnya pencapaian target strategis militer AS di kawasan konflik tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa operasi militer bersandi Operation Epic Fury saat ini telah berjalan sesuai rencana. Meski intensitasnya perlahan dikurangi, ia menegaskan bahwa komitmen AS untuk menuntaskan misi sama sekali tidak mengendur.

"Kami sudah sangat dekat untuk mencapai tujuan utama dari Operation Epic Fury, dan misi militer ini terus berlanjut tanpa hambatan," kata Leavitt seperti dilaporkan The Hill.

Lebih lanjut, pernyataan Leavitt merujuk pada dua pencapaian krusial militer AS di lapangan. Pertama, pasukan Amerika Serikat diklaim telah sukses melumpuhkan sebagian besar kekuatan armada angkatan laut Iran.

Kedua, dengan melemahnya kekuatan militer lawan, AS kini dapat memusatkan upayanya untuk mengamankan dan membuka kembali jalur pelayaran internasional yang sangat vital di Selat Hormuz.

Dibukanya kembali Selat Hormuz menjadi salah satu prioritas utama, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi perdagangan minyak global yang sempat terganggu akibat eskalasi pertempuran AS-Israel melawan Iran.

Leavitt juga bilang operasi militer AS meski mengendur bukan berarti sudah berakhir. Ia menyebut pasukan AS tetap siaga untuk memastikan stabilitas kawasan dan mencegah potensi eskalasi lanjutan dari pihak Iran.

Pernyataan Gedung Putih ini muncul di tengah meningkatnya tekanan domestik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump, setelah konflik dengan Iran yang telah berlangsung hampir satu bulan memicu kekhawatiran terkait dampak kemanusiaan dan risiko meluasnya konflik di Timur Tengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat