Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Budaya Kuat Jadi Fondasi Hilirisasi Ekonomi Kreatif

Budaya Kuat Jadi Fondasi Hilirisasi Ekonomi Kreatif Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa akar budaya yang kuat menjadi fondasi utama bagi hilirisasi ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ekraf saat menerima audiensi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi Universitas Gajah Mada (HIPMI PT UGM) di Kantor Kementerien Ekraf, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pertemuan ini bertujuan mengenalkan ekonomi kreatif dan rencana penyelenggaraan Entrepreneurs Leadership Conference 2026.

“Nusantara dari barat ke timur itu kan akar budayanya kuat semua, ketika akar budayanya kuat dengan variasinya, dengan kelebihannya masing-masing, itu adalah hulunya. Hilirnya, turunannya akar budaya itu ketika disentuh inovasi, kreativitas, teknologi termasuk juga digitalisasi, di situlah ekonomi kreatif. Hilirisasi dari hulunya itu akar budaya kuat,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenekraf, Jumat (27/3). 

Untuk memperkenalkan ekraf di Yogyakarta HIPMI PT UGM akan menghadirkan Entrepreneurs Leadership Conference 2026. Yakni, forum diskusi strategis dirancang sebagai ruang dialog interaktif antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi, dan influencer untuk membahas tantangan dan peluang UMKM Indonesia di tengah turunnya konsumsi masyarakat dan percepatan adaptasi digital.

Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan R, mengatakan harapannya untuk kewirausahaan generasi muda, penguatan UMKM berbasis kreatif dan digital di kalangan mahasiswa maupun di luar mahasiswa itu berjalan lebih maju.

“Bahwasanya memasuki di daerah digitalisasi dan juga transformasi global, Ekonomi kreatif ini menjadikan salah satu tulang penting dalam menunjang pertumbuhan ekonomi, Jadi kami di Entrepreneur Leadership Conference 2026 ini ingin mempertemukan antara pemerintah, pelaku UMKM, akademisi dan ekosistem kreatif untuk menjawab tantangan peluang UMKM di tengah perubahan ekonomi dan percepatan digital,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenperin Pacu IKM Fesyen dan Kriya Jadi Motor Daya Saing Industri Kreatif

Baca Juga: Ekonomi Tangguh, Indonesia Kokoh Hadapi Tantangan Global

Menanggapi rencana itu, Menteri Ekraf mengatakan tugas utama dari Kementerian Ekraf adalah bagaimana mencari Local Hero untuk go global dari 17 subsektor yang ada saat ini. Karenanya, Kementerian Ekraf siap untuk berkolaborasi dan hadir dalam kegiatan yang diadakan oleh HIPMI PT UGM.

“Jadi memang tugas kementerian ini adalah bagaimana brand-brand daerah itu atau brand local atau local hero itu bisa go national, national champion kita kurasi lagi untuk go global. saya tertarik untuk menjelaskan ini ke adik-adik di sana mencari pegiat ekraf untuk dampingi mereka supaya dapat kita akselerasi agar selamat bisa naik kelas justru ke nasional dari daerah,” tambahnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya