Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Bahlil memaparkan, mayoritas cadangan batu bara Indonesia bukan merupakan kategori kalori tinggi, sehingga kebijakan pajak harus dibuat secara proporsional.
"Kenapa? Karena batu bara kita tidak semuanya standar kalorinya tinggi."
"Kan ada kalori batu bara kalori 6322 itu, yang itu hanya 10%, itu yang sekarang harganya 140 sampai 145 dolar."
"Tapi yang kalori rendah yang 4100, yang 3400 itu jumlah 60 sampai 70%."
"Jadi jangan sampai kita salah membuat kebijakan," tutur Bahlil.
Saat ini, tim teknis dari Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan tengah melakukan kajian mendalam, untuk menentukan struktur pajak yang tepat bagi berbagai tingkat kalori tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus