Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komentar The Fed Jadi Sorotan, Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (31/3)

Komentar The Fed Jadi Sorotan, Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (31/3) Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir di Selasa (31/1). Ia mencoba mempertahankan posisinya di tengah dinamika geopolitik akibat perang dari Iran dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin diperdagangkan dalam kisaran dari US$66.000. Pergerakan ini terjadi setelah pasar obligasi dolar mendapatkan sentimen positif dari pernyataan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Baca Juga: Bhutan Jual Ratusan Bitcoin Lagi, Cadangan Turun 66%

Powell menyatakan bahwa bank sentral untuk sementara tidak terlalu memperhatikan lonjakan harga minyak jangka pendek, dan tetap fokus pada ekspektasi inflasi yang dinilai masih terkendali. Pernyataan ini membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Setelah komentar tersebut, imbal hasil obligasi pemerintah mengalami penurunan. Yield obligasi sepuluh tahun turun ke 4,35%. Sementara yield obligasi dua tahun turun ke sekitar 3,83% Selain itu, probabilitas kenaikan suku bunga dolar pada tahun ini turun drastis menjadi sekitar 5%.

Di Jepang, bank sentral juga mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga yen lebih lanjut di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat lonjakan harga minyak global. Laporan menunjukkan kekhawatiran bahwa bank sentral dapat tertinggal dalam merespons inflasi jika tidak bertindak lebih cepat.

Salah satu anggota dewan kebijakan menyatakan adanya risiko bahwa bank sentral bisa tertinggal dari kurva jika efek lanjutan inflasi dari faktor eksternal terus meningkat. Lonjakan harga energi dinilai dapat memicu kenaikan inflasi yang lebih luas, termasuk melalui biaya produksi dan harga konsumen.

Sebelumnya, Bank Sentral Jepang mempertahankan suku bunga jangka pendek di 0,75%. Namun, bank sentral tetap mempertahankan kecenderungan kebijakan moneter yang lebih ketat, mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski pasar obligasi mulai stabil, sentimen terhadap aset berisiko seperti kripto masih tertekan oleh kenaikan harga minyak global. Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi, yang dapat memengaruhi kebijakan moneter ke depan.

Powell menegaskan bahwa dampak ekonomi dari lonjakan harga minyak masih belum sepenuhnya jelas, sehingga kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan data. Kondisi ini membuat pasar, termasuk bitcoin, berpotensi bergerak dalam pola sideways dengan volatilitas tinggi dalam jangka pendek.

Baca Juga: ETF Bitcoin Murah Akan Diluncurkan Morgan Stanley, Fee Cuma 0,14%!

Stabilisasi harga bitcoin mencerminkan meredanya tekanan dari pasar obligasi setelah pernyataan dari The Fed. Namun, kenaikan harga minyak masih menjadi faktor utama yang menahan potensi kenaikan lebih lanjut di pasar kripto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement