Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rebound! IHSG Hari Ini Selasa (31/3) Dibuka Menguat ke Level 7.122

Rebound! IHSG Hari Ini Selasa (31/3) Dibuka Menguat ke Level 7.122 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.122,99 pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Mengacu data RTI pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih tercatat naik 19,81 poin atau 0,28% ke level 7.111,48.

Sebanyak 312 saham bergerak menanjak, hanya 178 saham yang merosot dan 182 saham stagnan. Per pagi hari ini, IHSG mencatatkan volume perdagangan 2,65 miliar lembar saham dengan frekuensi 128.224 kali. Nilai transaksi yang dibukukan Rp1,22 triliun. 

PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) memimpin posisi saham top gainers dengan kenaikan 20% ke Rp360. Diikuti PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) yang melesat 16,76% ke Rp216 dan PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) terapresiasi 14,68% ke Rp250. 

Posisi top losers diisi PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) yang anjlok -10% ke Rp99, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) ambruk -8,26% ke Rp1.055 dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) terkoreksi -6,5% ke Rp2.590.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis di level 7.091 atau turun 0,08%, dengan catatan net foreign sell sekitar Rp678 miliar di pasar reguler. 

Tekanan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang mendorong kenaikan harga komoditas energi seperti minyak dan batu bara. Kondisi tersebut membuat sektor energi menjadi penopang indeks.

"Secara teknikal, IHSG berhasil rebound dari area support kuat 6.950–7.000 dan bertahan di atas level psikologis 7.000, mengindikasikan pola double bottom dan awal stabilisasi jangka pendek," kata Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, dalam riset hariannya, Selasa (31/3). 

Ia menambahkan, peluang penguatan masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas level kunci tersebut.

Baca Juga: IHSG Selasa (31/3) Masih Rawan Koreksi, Cek Saham Jagoan MNC Sekuritas

Baca Juga: Asing Net Sell Rp686,13 Miliar, BBRI dan BBCA Paling Banyak Dijual

"Ke depan, terdapat secercah potensi penguatan selama IHSG mampu bertahan di atas 7.000, dengan target resistance di kisaran 7.150–7.300," ujarnya.

Meski begitu, pasar masih akan mencermati perkembangan konflik yang telah memasuki minggu kelima, termasuk keterlibatan kelompok Houthi serta tambahan pasukan AS.

Selain itu, rilis data domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan juga berpotensi menjadi katalis pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement