Iran dan Sekutu Isyaratkan 'Kejutan' Baru untuk Israel dan Amerika Serikat
Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Iran bersama sekutu regionalnya mengisyaratkan akan meluncurkan kejutan baru dalam beberapa hari ke depan. Hal ini menyusul konflik yang terus memanas dengan Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Dikutip dari Tasnim, laporan menyebutkan bahwa negara tersebut meningkatnya koordinasi antar kelompok dengan "poros perlawanan” dalam kawasan dari Timur Tengah. Disinyalir, Iran dan sekutunya akan memblokade jalur kapal tanker dari Timur Tengah.
Baca Juga: Walau Selat Hormuz Ditutup, Trump Pertimbangkan Akhiri Perang Iran dan Amerika Serikat
“Strategi Israel dalam mencegah persatuan pasukan perlawanan di kawasan tersebut telah gagal. Yaman bergabung dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel,” demikian laporan dari Tasnim.
Diketahui, Iran telah memblokade jalur pelayaran kapal tanker minyak dari Selat Hormuz. Kini mereka dan sekutunya dilaporkan akan berupaya untuk menutup jalur dari Selat Bab el-Mandeb. Ia merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Israel disebut khawatir jika jalur tersebut ikut ditutup seperti Selat Hormuz. Jika jalur ini terganggu, dampaknya bisa sangat besar mulai dari memutus jalur perdagangan penting, mengganggu pasokan energi global dan menambah tekanan pada ekonomi dunia.
Belum ada laporan resmi mengenai rencana terkait dari Iran. Namun rencana tersebut berbarengan dengan serangan yang dilancarkan oleh Kelompok Houthi Yaman ke Israel. mereka mengklaim telah meluncurkan operasi militer pertamanya dengan menembakkan rudal balistik ke Israel.
Juru Bicara Kelompok Houthi Yaman, Yahya Saree menyatakan serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik dan solidaritas terhadap Iran serta kelompok lain seperti Hezbollah di Lebanon.
Adapun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini mengeluarkan ancaman keras terkait konflik yang masih berlangsung dengan Iran. Ia mengancam akan akan menghancurkan pembangkit listrik, sumur minyak, sumber air bersih hingga pusat ekspor minyak dari Iran, Kharg Island.
"Jika Selat Hormuz tidak segera dibuka untuk bisnis, kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan dengan meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya semua pembangkit listrik, sumur minyak dan Pulau Kharg," tegas dari Trump.
Namun, Amerika Serikat juga dilaporkan mempertimbangkan untuk segera mengakhiri perangnya dengan Iran. Ia bahkan disebut akan mengakhiri operasinya, meski adanya penutupan dari Selat Hormuz di Timur Tengah.
Trump dilaporkan mempertimbangkan untuk mengakhiri operasi militernya meskipun jalur vital energi global masih belum sepenuhnya dibuka oleh Trump.
Menurut laporan, opsi tersebut membuka kemungkinan bahwa pembukaan kembali jalur pelayaran akan ditangani pada tahap berikutnya, terpisah dari penghentian konflik militer dari Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Dampak Perang Iran, Harga Bensin Sampai Tembus Rp68.000 di Amerika Serikat
Strait of Hormuz atau Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak dunia. Serupa, Selat Bab el-Mandeb juga dapat memicu kekhawatiran global terkait pasokan energi dan stabilitas ekonomi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement