Kredit Foto: Istimewa
“Atas Arahan Bapak Presiden di tahun 2025, kami melakukan pertemuan intensif dan alhamdulillah sudah menyelesaikan total proyek-nya 20,9 miliar US Dollar."
"Tetapi dengan perkembangan geopolitik yang seperti ini, kemungkinan besar akan nambah, jadi total investasi kita kurang lebih sekitar 300 triliun lebih,” ungkap Bahlil.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bawa Investasi Rp381 Triliun dari Forum Bisnis di Jepang
Bahlil menambahkan, tender EPC (Rekayasa, Pengadaan, dan Konstruksi) serta FID (Keputusan Investasi Akhir) untuk proyek migas raksasa tersebut, direncanakan rampung pada tahun ini.
Langkah percepatan ini dilakukan guna memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus memposisikan Indonesia sebagai pemain gas global utama di tengah dinamika geopolitik yang tidak menentu. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement