Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Konsumsi LPG Selama RAFI 1447 H 2026 Naik 6,5 Persen

Konsumsi LPG Selama RAFI 1447 H 2026 Naik 6,5 Persen Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Posko Satgas RAFI (Ramadan dan Idulfitri) Sektor ESDM Erika Retnowati melaporkan adanya peningkatan konsumsi LPG sebesar 6,5 persen, selama periode RAFI 1447 Hijriah tahun 2026.

Meski terjadi permintaan, pemerintah memastikan seluruh kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Dalam penutupan Posko Nasional Sektor ESDM di Kantor BPH Migas, Selasa (31/3/2026), Erika mengungkapkan rata-rata penyaluran LPG harian selama masa Satgas mencapai puluhan ribu metrik ton.

“Penyaluran rata-rata LPG pada periode posko ini adalah 34.206 metrik ton, atau mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari rerata normal,” ungkap Erika Retnowati.

Erika menjelaskan, puncak kenaikan penyaluran tercatat terjadi pada pertengahan Maret.

“Puncak kenaikan penyaluran terjadi pada tanggal 16 Maret 2026, yaitu sebesar 33.428 metrik ton atau lebih besar 4,1 persen dari rerata normal sebesar 32.111 metrik ton,” tuturnya.

Terkait ketahanan stok, Erika menegaskan kondisi LPG nasional berada pada level yang aman, selama masa pengawasan yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 31 Maret 2026 tersebut.

Rata-rata ketahanan stok LPG nasional selama periode posko terjaga di angka 11,6 hari.

Keberhasilan penyaluran ini didukung oleh kesiapan infrastruktur di berbagai wilayah.

Erika menyebutkan, Ditjen Migas bersama Pertamina memastikan 40 terminal LPG, 757 SPBE, serta 6.662 agen LPG dan 867 NPSO berjalan dengan baik.

“Selain itu, agen dan pangkalan LPG siaga 24 jam juga beroperasi di wilayah khusus dengan permintaan yang tinggi," papar Erika.

Mengenai kendala di lapangan, Erika mengakui sempat muncul laporan mengenai kelangkaan LPG di titik tertentu.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Catat Lonjakan Konsumsi Pertamax Series dan LPG Selama Arus Mudik Lebaran

Namun, ia bergerak cepat melakukan pemantauan volume stok dan realisasi harian, serta pengawasan lapangan secara langsung.

“Terdapat isu kelangkaan di beberapa wilayah, namun dapat segera tertangani dengan baik,” imbuh Erika. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement