Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Danantara Terapkan WFH di BUMN, Rosan Pastikan Tak Ganggu Kinerja

Danantara Terapkan WFH di BUMN, Rosan Pastikan Tak Ganggu Kinerja Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan akan menindaklanjuti kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungannya.

Dalam implementasinya, Rosan menegaskan kebijakan tersebut tetap mengutamakan produktivitas kerja serta keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai penerapan pola kerja fleksibel harus dijalankan tanpa mengganggu kinerja perusahaan pelat merah.

“Kami tetap menjunjung tinggi produktivitas dan pelayanan publik akan berjalan seperti biasa. Kami akan meningkatkan efisiensi dengan tetap menjunjung tinggi produktivitas,” kata Rosan dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).

Di sisi lain, Danantara akan memanfaatkan kebijakan ini untuk mengakselerasi berbagai langkah strategis, khususnya investasi di sektor energi bersih. Fokus diarahkan pada percepatan pemanfaatan energi terbarukan seperti panas bumi (geothermal), tenaga surya, serta sumber energi hijau lainnya.

“Sehingga ini menjadi langkah komprehensif untuk jangka menengah dan panjang dalam penggunaan energi ke depan,” ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah resmi menerapkan kebijakan WFH secara nasional mulai 1 April 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN), serta mendorong sektor swasta untuk menerapkan skema serupa sebagai bagian dari langkah adaptif menghadapi dinamika global dan efisiensi energi.

Baca Juga: Resmi! Pemerintah Terapkan WFH Nasional Mulai 1 April

Baca Juga: Pemerintah Target Hemat BBM Rp65 Triliun lewat WFH dan Pembatasan Mobilitas

Baca Juga: Apakah Pekerja Swasta WFH Setiap Jumat? Ini Jawaban Menko Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons tekanan global sekaligus mendorong transformasi budaya kerja nasional yang lebih efisien dan berbasis digital.

“Sebagai langkah adaptif dan preventif dalam menghadapi dinamika global, pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja yang mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital,” ujar Airlangga.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement