Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona hijau pada sesi siang perdagangan Rabu, 1 April 2026. Merujuk data RTI, IHSG menanjak 102,46 poin atau 1,45% ke level 7.150,68.
Perlu diketahui bahwa pada perdagangan pagi tadi IHSG sempat berada di posisi yang lebih tinggi pada level 7.207,16. Sementara posisi terendahnya berada di level 7.136,24.
Pergerakan saham pada akhir sesi pertama ini didominasi tren positif. Sebanyak 489 saham terapresiasi, 196 saham terkoreksi dan 128 saham stagnan.
Seluruh sektor berada di zona hijau, barang konsumen non primer meroket 3,72%, bahan baku 3,36%, transportasi 2,8%, industrial 2,75%, infrastruktur 2,06%.
Kemudian, properti 1,08%, barang konsumen primer 1,01%, energi 0,95% teknologi 0,76%, keuangan 0,58%, dan sektor kesehatan 0,36%.
Hingga pertengahan hari ini, IHSG sudah memperdagangkan 17,37 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.135.458 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan Rp8,64 triliun.
Ditinjau dari indeks LQ45, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menjadi top gainers dengan kenaikan 7,83% ke Rp1.170, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melesat 7,01% ke Rp5.725 dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 6,32% ke Rp1.935.
Di jajaran top losers ada PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang anjlok -4,98% ke Rp1.335, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) jatuh -4,88% ke Rp28.275 dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun -4,66% ke Rp1.740.
Penguatan indeks hari ini tak lepas dari sentimen global. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengakhiri perang dengan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
Mengutip Bloomberg, Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat telah mencapai sebagian besar tujuan militernya dan akan menyerahkan penyelesaian di Selat Hormuz kepada pihak lain.
Baca Juga: BBM Tak Naik, IHSG Hari Ini (1/4) Dibuka Menguat 1,43% ke Level 7.149
Baca Juga: IHSG Awal April Diproyeksi Masih Koreksi, Cermati Saham Pilihan Analis
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyatakan kesiapan negaranya untuk mengakhiri konflik jika tuntutan terpenuhi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait:
Advertisement