Amerika Serikat Peringatkan Taiwan: Belajar dari Hong Kong Soal Ambisi China
Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Amerika Serikat memberikan petuah untuk Taiwan. Wilayah tersebut diminta untuk mewaspadai dan tak meremahkan niat reunifikasi dari China. Menurutnya, mereka harus melihat apa yang terjadi di Hong Kong.
Senator Amerika Serikat, John Curtis baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Presiden Taiwan, Lai Ching-te. Ia menilai bahwa wilayah tersebut harus melihat perubahan kondisi dari Hong Kong.
Baca Juga: Tak Dibantu Soal Iran, Trump Ogah Bantu Lagi Sekutu Amerika Serikat: Carilah Minyak Kalian Sendiri
"Saya pikir kekhawatiran terbesar saya untuk mereka adalah mereka meremehkan niat China. Padahal menurut saya, hal itu telah diperjelas dengan apa yang terjadi di Hong Kong. Jadi, ya, kami menginginkan perdamaian, tetapi tolong jangan naif," katanya.
Curtis menilai bahwa perubahan kondisi dalam wilayah terkait harus menjadi pelajaran penting bagi Taiwan. Hong Kong diketahui kembali menjadi wilayah dari China di 1997.
Amerika Serikat dalam hal ini menyoroti pengembalian wilayah tersebut pada awalnya diikuti dengan status otonomi khusus. Namun kebijakan keamanan nasional dinilai banyak pihak telah membatasi kebebasan sipil. China sendiri menyatakan langkah itu diperlukan untuk menjaga stabilitas setelah gelombang protes besar.
Taiwan atas hal tersebut diminta untuk jangan meremehkan ambisi China. Curtis menilai apa yang terjadi telah menunjukkan dengan jelas arah kebijakan dari Beijing. Taiwan bisa jadi mengalami apa yang dirasakan oleh Hong Kong.
"Kita memiliki contoh sempurna tepat di depan tentang niat China. Dan mari kita pastikan apa yang terjadi di sana tidak terjadi di sini pada Taiwan," katanya.
Peringatan ini muncul di tengah dorongan peningkatan anggaran pertahanan dari Taiwan.Presiden Taiwan, Lai Ching-te mengusulkan tambahan belanja pertahanan sebesar US$40 miliar. Hal itu akan digunakan untuk memperkuat kemampuan menghadapi potensi ancaman dari China. Namun, rencana tersebut masih menghadapi hambatan di parlemen yang dikuasai oposisi.
Taiper juga terus mengawasi ambisi dari China. Melalui pernyataan resmi, otoritas setempat mengingatkan pentingnya tidak memiliki ilusi terhadap situasi geopolitik yang ada.
"Meskipun kami mungkin memiliki cita-cita tentang perdamaian, kami tidak boleh menyimpan ilusi," kata Dewan Urusan Taiwan.
Baca Juga: Trump Ngamuk ke Prancis Gegara Pemblokiran Jalur Senjata Amerika Serikat ke Israel
Isu Taiwan menjadi salah satu titik panas utama di Asia-Pasifik. Hal ini juga terjadi di tengah meningkatnya rivalitas antara AS dan China. Situasi ini berpotensi memengaruhi stabilitas regional dan global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement