Kredit Foto: ASDP
Layanan penyeberangan nasional selama periode Angkutan Lebaran 2026 tercatat berjalan lancar dan terkendali di tengah lonjakan mobilitas, dengan total penumpang mencapai 5,52 juta orang atau meningkat 15,32% dibandingkan tahun sebelumnya, didukung kesiapan operasional dan koordinasi lintas sektor.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan peningkatan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang tetap mampu diantisipasi dengan sistem transportasi yang terintegrasi.
“Penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini merupakan kerja besar bersama, yang melibatkan koordinasi lintas sektor secara intensif, baik antar kementerian/lembaga, pemerintah daerah, operator transportasi, maupun seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya. Kolaborasi ini menjadi kunci penting untuk memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dan arus balik dengan aman, selamat, dan lancar,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jakarta. Rabu (1/4/2026).
Secara kumulatif pada 15 lintasan pantauan nasional sejak H-8 hingga H+8, total penumpang mencapai 4.722.213 orang atau naik 6,6% dibandingkan 4.430.006 orang pada periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah kendaraan tercatat 1.215.273 unit atau meningkat 8% dari 1.125.178 unit.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan bahwa peningkatan trafik tersebut tetap dapat dikelola secara optimal melalui kesiapan sistem operasional dan digitalisasi layanan.
“Capaian kelancaran layanan serta distribusi trafik yang semakin merata, bahkan pada puncak arus, merupakan hasil dari kesiapan operasional yang telah dirancang secara komprehensif jauh sebelum periode Angkutan Lebaran dimulai. Optimalisasi armada yang didukung penguatan digitalisasi layanan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja penyeberangan tetap andal,” ujarnya.
Lintasan utama seperti Merak–Bakauheni, Ketapang–Gilimanuk, dan Padangbai–Lembar menjadi simpul vital pergerakan nasional. Untuk mengantisipasi kepadatan, ASDP menerapkan sejumlah strategi operasional, antara lain pengaturan pola operasi kapal berbasis kebutuhan, skema tiba–bongkar–berangkat (TBB), penerapan buffer zone, serta optimalisasi sistem tiket digital Ferizy.
Selain itu, kebijakan stimulus berupa diskon tarif dan single tarif turut diterapkan guna mendorong distribusi perjalanan yang lebih merata.
Di sisi operasional, dinamika terjadi setelah berakhirnya pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas di lintasan utama. Lonjakan kendaraan logistik sempat memicu antrean hingga 3–10 kilometer di Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk, namun tetap terkendali melalui penguatan manajemen lapangan.
“Pasca dibukanya kembali pembatasan tersebut, terjadi lonjakan signifikan kendaraan logistik yang masuk ke pelabuhan, khususnya di lintasan Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk dengan kondisi antrean 3–10 kilometer. Kondisi ini berdampak pada peningkatan antrean kendaraan, namun tetap dalam kendali melalui penguatan manajemen operasional di lapangan,” jelas Heru.
ASDP merespons kondisi tersebut dengan menambah armada dan frekuensi perjalanan serta mengatur ritme kendaraan agar tidak mengganggu arus penumpang.
“Kami mengoptimalkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB), menambah trip dan armada kapal, serta melakukan pengendalian ritme kendaraan melalui buffer zone. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan logistik tetap terlayani dengan baik tanpa mengganggu kelancaran arus penumpang,” tambahnya.
Baca Juga: Arus Mudik 2026, ASDP Catat 2,59 Juta Orang Gunakan Layanan Penyeberangan
Dari sisi arus balik, distribusi pergerakan juga tercatat seimbang. Penumpang yang kembali ke Pulau Jawa dari Sumatera mencapai 814.821 orang atau sekitar 99% dari total penumpang saat arus mudik. Sementara kendaraan yang kembali tercatat 218.822 unit atau setara 100% dari arus mudik.
ASDP menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan penyeberangan nasional.
“Sebagai penghubung vital dalam sistem transportasi nasional, kami berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan layanan, sekaligus menghadirkan pengalaman penyeberangan yang prima bagi seluruh masyarakat,” tutup Heru.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement