Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Inflasi Turun Saat Lebaran, Pemerintah Klaim Kebijakan Berhasil Jaga Harga

Inflasi Turun Saat Lebaran, Pemerintah Klaim Kebijakan Berhasil Jaga Harga Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di saat permintaan biasanya melonjak tajam, laju inflasi justru menunjukkan tren penurunan pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Kondisi ini menjadi sorotan karena berlawanan dengan pola musiman yang umumnya mendorong kenaikan harga.

Kementerian Keuangan menyatakan kebijakan pemerintah berperan dalam menjaga stabilitas tersebut. Berbagai intervensi dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Inflasi tercatat sebesar 3,48 persen secara tahunan pada Maret 2026. Angka ini menurun dibandingkan Februari yang mencapai 4,8 persen secara tahunan.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menilai capaian ini tidak lepas dari langkah pemerintah. Ia menyebut kebijakan yang ditempuh berhasil menahan tekanan harga selama periode hari besar.

“Terjaganya inflasi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri turut didukung upaya Pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai kebijakan,” kata Febrio dikutip dar ANTARA.

Kebijakan yang diterapkan mencakup berbagai sektor strategis. Mulai dari diskon transportasi hingga bantuan pangan bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga melakukan operasi pasar dan intervensi harga. Pengawasan distribusi barang turut diperketat untuk mencegah lonjakan harga berlebihan.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya kontribusi deflasi dari sektor transportasi. Diskon tarif yang diberikan selama periode mudik menjadi faktor utama penurunan tersebut.

Tarif angkutan udara tercatat mengalami deflasi sebesar 4,01 persen secara bulanan. Kontribusinya terhadap inflasi umum mencapai 0,03 persen dan terhadap kelompok transportasi sebesar 0,24 persen.

Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah moda transportasi lain. Tarif jalan tol, angkutan laut, ASDP, dan kereta api sama-sama mencatat deflasi.

Besaran penurunan masing-masing mencapai 0,87 persen untuk tol, 7,45 persen untuk angkutan laut, 3,17 persen untuk ASDP, dan 3,18 persen untuk kereta api. Angka ini memperlihatkan dampak langsung kebijakan diskon terhadap harga layanan.

Secara keseluruhan, kelompok transportasi tetap mengalami inflasi 0,41 persen secara bulanan. Angka ini berbalik dari deflasi 0,11 persen yang terjadi pada Februari 2026.

Di sektor pangan, inflasi komponen volatile food tercatat melambat menjadi 4,2 persen secara tahunan. Kondisi ini terjadi meskipun ada tekanan dari cuaca ekstrem.

Permintaan terhadap sejumlah komoditas tetap meningkat selama Ramadhan. Produk seperti telur, daging ayam, ikan segar, dan daging sapi mengalami kenaikan permintaan.

Baca Juga: Pelantikan Robert Leonard, Senjata Baru Kemenkeu Hadapi Krisis Global

Di sisi lain, penurunan harga emas turut memengaruhi inflasi inti. Angkanya turun dari 2,6 persen menjadi 2,5 persen secara tahunan.

Pemerintah menyatakan akan terus memantau dinamika global. Langkah mitigasi juga diperkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, fundamental eksternal Indonesia disebut tetap terjaga. Hal ini didukung oleh kinerja sektor eksternal dan pengelolaan fiskal yang dinilai tetap hati-hati.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement