Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Klaim Pemimpin Iran Minta Gencatan Senjata ke Amerika Serikat

Trump Klaim Pemimpin Iran Minta Gencatan Senjata ke Amerika Serikat Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat mengklaim bahwa pihaknya mendapatkan permohonan gencatan senjata dari Iran. Hal ini menyusul konflik yang berlangsung lebih dari satu bulan antara keduanya di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa pihaknya telah menerima permintaan gencatan senjata dari Iran. Menurutnya, hal tersebut diminta oleh presiden rezim baru dari Iran. Meski demikian, ia tidak menyebutkan siapa sosok terkait itu.

Baca Juga: Amerika Serikat: Kami Akan Bawa Iran Kembali ke Zaman Batu

"Presiden rezim baru mereka, yang jauh kurang radikal dan jauh lebih cerdas daripada para pendahulunya, baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat," kata Trump.

Trump mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan permintaan gencatan senjata jika negara tersebut kembali membuka Strait of Hormuz atau Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa selama jalur tersebut belum aman, operasi militer terhadap mereka akan terus berlanjut.

"Kami akan mempertimbangkannya ketika mereka membuka kembali Selat Hormuz. Sampai saat itu, kami akan membombardir mereka hingga musnah atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu," kata Trump.

Namun, Iran dengan cepat membantah pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim yang tidak benar. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa klaim mengenai permintaan gencatan senjata tidaklah benar dan tidak berdasar.

Adapun masih menjadi misteri siapa yang dimaksud dengan presiden baru dari Iran oleh Trump. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei saat ini masih menjadi pemimpin dari Iran. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian juga merupakan bagian rezim dari Mojtaba.

Namun Mojtaba hingga saat ini belum muncul dalam ruang publik. Ia sempat dirumorkan tengah mengalami perawatan di Rusia. Namun Moskow membantah kabar tersebut dan menyebut bahwa sosok penting itu berada di Iran.

Ketidakhadiran Mojtaba dalam ruang publik memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya serta kendali terhadap pemerintahan dan militer dari Iran. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat negara itu tengah berkonflik dengan Amerika Serikat.

Sejumlah laporan bahkan menyebut bahwa ia kemungkinan mengalami luka serius dalam konflik yang sedang berlangsung. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kondisi tersebut.

Ia sendiri sebelumnya disebut sebagai “janbaz”, istilah yang digunaka untuk menyebut veteran perang yang mengalami luka. Namun hingga kini tidak ada kejelasan mengenai kondisi kesehatannya secara rinci.

Baca Juga: Tujuan Hampir Dicapai, Trump Klaim Cetak Sejarah dalam Perang Iran dan Amerika Serikat

Mojtaba Khamenei diketahui naik sebagai pemimpin tertinggi setelah tewasnya sosok ayahnya yakni Ali Khamenei. Ia dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement