Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Krakatau Steel (KRAS) Cetak Laba Rp5,68 Triliun Berkat Restrukturisasi Utang

Krakatau Steel (KRAS) Cetak Laba Rp5,68 Triliun Berkat Restrukturisasi Utang Kredit Foto: Krakatau Steel
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menorehkan pencapaian besar dalam proses transformasinya dengan membukukan laba bersih sebesar USD339,64 juta atau setara Rp5,68 triliun sepanjang tahun buku 2025.

Lonjakan laba ini terutama ditopang oleh keuntungan non-operasional dari program restrukturisasi utang yang berhasil dijalankan secara komprehensif.

Dari proses tersebut, Perseroan mencatatkan pendapatan keuangan sebesar USD519,92 juta, termasuk keuntungan dari penyelesaian kewajiban dipercepat (haircut) senilai USD156,74 juta. Sementara itu, secara keseluruhan, KRAS membukukan pendapatan sebesar USD959,84 juta atau sekitar Rp16,05 triliun.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan signifikan. Total volume penjualan baja mencapai 944.562 ton, meningkat 29% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan mulai pulihnya permintaan serta peningkatan utilisasi produksi.

Direktur Utama KRAS, Akbar Djohan, menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan mitra strategis.

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar Djohan.

Tak hanya dari sisi laba, perbaikan fundamental juga tercermin pada struktur neraca yang semakin sehat. Total aset KRAS tercatat sebesar USD2,77 miliar atau setara Rp46,24 triliun. Di saat yang sama, total liabilitas berhasil ditekan turun 17,04% menjadi USD2,04 miliar atau Rp34,11 triliun.

Perbaikan tersebut berdampak langsung pada lonjakan ekuitas perusahaan yang meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun. Kondisi ini memperkuat fondasi keuangan KRAS untuk melanjutkan ekspansi bisnis ke depan.

Baca Juga: Krakatau Steel Luncurkan Strategi KRAS Reborn, Bidik Pendapatan US$1,6 Miliar

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," tutup Akbar Djohan.

Ke depan, KRAS optimistis tren pertumbuhan dapat berlanjut melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus utama Perseroan tetap pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, sejalan dengan agenda hilirisasi industri nasional menuju visi Indonesia Emas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement