Prancis Balas Ancaman Trump: NATO Hadir Bukan untuk Perang di Iran
Kredit Foto: Reuters/Benoit Tessier
Prancis menanggapi keras ancaman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hal ini terkait dengan ancaman sang presiden untuk keluar aliansi dari North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Menteri Muda Angkatan Darat Prancis, Alice Rufo, menyatakan bahwa aliansi memiliki mandat utama untuk menjaga keamanan kawasan Euro-Atlantik. NATO bukan untuk melakukan operasi militer dalam luar wilayah tersebut.
Baca Juga: Australia Siapkan Kebijakan Darurat Minyak, Dampak Perang Iran-Amerika Serikat
"Izinkan saya mengingatkan Anda apa itu NATO. Ini adalah aliansi militer yang berkaitan dengan keamanan kawasan Euro-Atlantik," kata Rufo.
Prancis menegaskan bahwa aliansi terkait bukanlah aliansi yang dibentuk untuk melakukan operasi ofensif di Strait of Hormuz atau Selat Hormuz. Keterlibatan mereka dalam hal tersebut justru berpotensi melanggar hukum internasional.
"NATO tidak dirancang untuk melakukan operasi di Selat Hormuz. Justru jika dilakukan, hal itu akan menjadi pelanggaran hukum internasional," kata Rufo.
Rufo mengakui bahwa pihaknya memahami rasa frustasi dari Trump. Prancis memang ingin membuka kembali jalur pelayaran tanker minyak itu namun pihaknya memilih pendekatan berbeda dengan mendorong solusi yang tidak bersifat ofensif. Menurutnya, pemulihan kebebasan navigasi harus dilakukan melalui cara-cara yang lebih diplomatis dan terukur.
"Paris lebih menyukai rencana untuk memulihkan transit dan kebebasan navigasi dengan cara yang 'tidak bersifat ofensif'," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron sebelumnya juga mengusulkan adanya kebijakan yang mengatur pelayanan melalui Selat Hormuz. Ia juga menekankan bahwa upaya internasional hanya dapat dilakukan setelah situasi mereda, serta melibatkan pelaku industri seperti perusahaan asuransi dan pelayaran, serta mendapat persetujuan dari Iran.
Hubungan Paris dan Washington sendiri memanas dalam beberapa waktu terakhir. Prancis dilaporkan menolak memberikan izin penggunaan wilayah udaranya ke Amerika Serikat dan Israel. Mereka menolak wilayah udaranya untuk digunakan sebagai jalur pengiriman senjata ke Timur Tengah.
Namun hal tersebut tidak dilakukan mereka sendiri. Italia diketahui juga melakukan hal serupa. Ia dilaporkan menolak memberikan izin untuk pesawat militer dari Amerika Serikat. Pesawat itu dilaporkan akan digunakan untuk misi di Timur Tengah.
Baca Juga: Trump Klaim Pemimpin Iran Minta Gencatan Senjata ke Amerika Serikat
Spanyol di sisi lain mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer dari Amerika Serikat. Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles menegaskan bahwa negaranya tidak mengizinkan penggunaan wilayah udara maupun pangkalan militer untuk operasi yang berkaitan dengan konflik dari Iran dan Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Advertisement