Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasca Gugurnya Tiga TNI di Lebanon, Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim Dorong Pemerintah Tangkal Paspor Israel

Pasca Gugurnya Tiga TNI di Lebanon, Anggota DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim Dorong Pemerintah Tangkal Paspor Israel Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah diminta melarang atau menangkal pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia sebagai respons atas penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengakibatkan gugurnya 3 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan beberapa lainnya mengalami luka.

“Kami memohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah tegas atas kejadian penyerangan Markas Pasukan Penjaga Perdamaian. Itu pelanggaran berat, karenanya tidak berlebihan kalau kita sebagai negara berdaulat memberikan respons yang sepadan dengan menangkal para pemegang paspor Israel masuk ke Indonesia,” kata politisi PAN yang menjadi anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, Kamis (2/4/2026).

Menurut Lukman, permintaan mem-banned pemegang paspor Israel merupakan sikap negara berdaulat yang memiliki kewenangan dan punya peran dalam konstelasi politik internasional. “Sebagai respons atas apa yang terjadi, tidak bijaksana kalau kita sebagai sebuah negara besar diam saja. Semut saja kalau diinjak menggigit, masak kita dilukai tidak melakukan respons apa-apa,” Lukman menegaskan.

Sebagaimana diketahui, artileri Israel diketahui menyerang Markas UNIFIL pada Minggu (29/3/2026). Dalam insiden tersebut, 3 personel TNI yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur. Sementara lima personel lainnya, yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Arif Kurniawan, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana, dan Praka Deni Rianto mengalami luka-luka. Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur sedang diproses pemulangannya, sementara prajurit yang mengalami luka-luka sudah dirawat di rumah sakit yang ada.

Keterangan dari Markas Besar TNI menyebutkan, proses pemulangan tiga jenazah prajurit penjaga perdamaian yang gugur di Lebanon ditargetkan dapat terlaksana paling lambat pada Sabtu (4/4/2026). Dalam keterangannya, Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, mengatakan ketiga jenazah telah dievakuasi dari pos UNIFIL menuju rumah sakit di Beirut untuk menjalani proses pembalsaman dan telah disemayamkan dalam peti jenazah.

"Sekarang kami sedang menunggu pengurusan administrasi, baik dari pihak UNIFIL maupun dari pemerintah Lebanon. Karena kurang lebih ada enam surat yang dibutuhkan supaya jenazah itu bisa diberangkatkan ke Indonesia," ujar Iwan selepas melayat ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).

Dijelaskan, tantangan utama pemulangan ini tidak hanya terletak pada urusan birokrasi internasional, namun juga pada terbatasnya akses transportasi udara di tengah situasi keamanan Lebanon yang tidak menentu. Dalam kondisi sekarang, hanya ada satu maskapai penerbangan yang masih beroperasi di wilayah tersebut, yakni Middle East Airlines (MEA) Lebanon. Itupun pengoperasiannya sangat fluktuatif, menyesuaikan dengan kondisi lapangan karena berada di area konflik. Sementara prajurit yang terluka, dilaporkan sudah bersangsur pulih dan dalam kondisi yang stabil.

Baca Juga: PBB Mengaku Butuh Waktu Lakukan Penyelidikan Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Menanggapi proses pemulangan dan perawatan, politikus PAN Lukmanul Hakim angkat topi atas upaya yang dilakukan Mabes TNI. Lukman mengaku bersyukur terhadap perhatian TNI dan pemerintah yang menganugerahkan kenaikan pangkat luar biasa militer selain perang (KPLB OMSPA) satu tingkat kepada tiga prajurit yang gugur, serta memberikan santunan Rp1,8 miliar yang berasal dari santunan tabungan asuransi, risiko kematian, beasiswa untuk anak, dan lainnya.

“Apa yang dilakukan pemerintah di dalam negeri sangat pas. Sebagai pribadi saya terharu mendengar berbagai penghargaan dan santunan yang diberikan. Tapi sekali lagi, sebagai bangsa berdaulat kita harus menunjukkan sikap yang jelas dan tegas terhadap Israel. Tentunya memakai hak dan kewenangan sebagai sebuah negara dan bangsa yang berdaulat, tangkal pemegang paspor Israel masuk Indonesia,” tukas Lukman.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement