Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Cadangan Bauksit Terancam Habis dalam 10 Tahun, Inalum Desak Moratorium Smelter Baru

Cadangan Bauksit Terancam Habis dalam 10 Tahun, Inalum Desak Moratorium Smelter Baru Kredit Foto: PT INALUM
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Inalum (Persero) mendesak pemerintah segera memberlakukan moratorium pembangunan alumina refinery dan smelter aluminium baru di Indonesia.

Langkah strategis ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya kelebihan kapasitas (overcapacity) dan tekanan harga, yang dapat merusak ekosistem industri aluminium nasional, sebagaimana yang terjadi pada industri nikel.

Direktur Utama PT Inalum Melati Sarnita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR mengungkapkan, industri aluminium dalam negeri saat ini berada pada posisi yang sangat rentan.

"Hari ini kami tidak hanya menyampaikan kinerja Pak, tapi juga beberapa peringatan-peringatan di strategic action kita, karena memang melihat geopolitik hari ini industri aluminium Indonesia saat ini berada di titik yang sangat kritikal," tutur Melati.

Ia memperingatkan, tanpa kebijakan moratorium yang tegas, Indonesia berisiko kehilangan nilai tambah nasional.

"Saat ini kita bisa menjadi kekuatan baru global berbasis hilirisasi, atau mungkin kita bisa terjebak dalam overcapacity maupun tekanan harga dan kehilangan nilai tambah nasional, tergantung dari pilihan kebijakan kita hari ini untuk menentukan arah tersebut," jelasnya di DPR, dikutip pada Kamis Kamis (2/4/2026).

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement