- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Cadangan Bauksit Terancam Habis dalam 10 Tahun, Inalum Desak Moratorium Smelter Baru
Kredit Foto: PT INALUM
Belajar dari Pengalaman Hilirisasi Nikel
Desakan moratorium ini didasari oleh pembelajaran mendalam dari strategi hilirisasi nikel di Indonesia, yang menghadapi tantangan berat akibat fluktuasi harga dan kelebihan pasokan.
Melati menyoroti lonjakan produksi nikel yang masif telah menyebabkan oversupply dan penurunan harga hingga hampir 50% sejak 2022.
"Tentunya kami tidak ingin hal yang sama terjadi pada aluminium."
"Jika kita melakukan pola yang sama seperti nikel, maka potensi ke depannya justru kita akan menurunkan harga aluminium smelter, dan secara cepat menghilangkan ketahanan kapasitas bauksit cadangan bauksit kita," beber Melati.
Data Inalum menunjukkan potensi ancaman serius terhadap ketahanan cadangan bauksit nasional, jika rencana pembangunan 15 smelter aluminium baru oleh berbagai perusahaan tetap diberikan izin.
Melati memaparkan, total potensi kapasitas produksi bisa mencapai 14,9 juta ton, padahal kebutuhan domestik hanya berkisar di angka 520 ribu hingga 700 ribu ton.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement