- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Cadangan Bauksit Terancam Habis dalam 10 Tahun, Inalum Desak Moratorium Smelter Baru
Kredit Foto: PT INALUM
Penggunaan cadangan bauksit yang tidak terkendali ini dikhawatirkan akan mengancam umur keekonomian investasi yang sudah ada.
"Peningkatan kapasitas ini akan menambah tekanan pada cadangan bauksit Indonesia, karena intensitas penggunaan dari smelter alumina refinery dalam hal ini berpotensi menurunkan ketahanan cadangan bauksit terbukti dalam negeri, hingga kurang dari 10 tahun pemakaian dan total cadangan bauksit hingga 28 tahun pemakaian," terangnya.
Permintaan Dukungan Regulasi
Sebagai tindak lanjut, Inalum meminta dukungan penuh dari Komisi VI DPR untuk mendorong koordinasi antar-kementerian, dalam menetapkan aturan penghentian sementara izin baru tersebut.
Fokus utama pemerintah seharusnya diarahkan pada penguatan smelter yang sudah beroperasi atau sedang dalam tahap pembangunan strategis.
Baca Juga: Kejar Target 1 Juta Ton Aluminium, Dirut Inalum Ungkap Sederet Kebutuhan Strategis Perusahaan
"Kami sangat berharap dukungan pada koordinasi antar-kementerian dan lembaga terkait, khususnya pada penetapan moratorium sementara untuk pembangunan alumina refinery dan smelter aluminium baru, guna memprioritaskan optimalisasi refinery dan smelter yang telah ada serta melakukan evaluasi kebutuhan nasional secara berkala," ucap Melati.
Melati meyakini moratorium ini adalah instrumen penting untuk menjamin investasi jangka panjang seperti SGAR Mempawah, tetap memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan hingga 30 tahun ke depan, sekaligus menjaga kedaulatan cadangan sumber daya alam Indonesia. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement