- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Topang Kas Negara dan Daerah, Inalum Setor Pajak Rp1,09 Triliun Sepanjang 2025
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Inalum (Persero) merealisasikan kontribusi fiskal masif terhadap kas negara dan pemerintah daerah sepanjang tahun buku 2025, seiring penguatan fundamental keuangan perseroan.
Berdasarkan laporan kinerja tahunan, entitas hilirisasi aluminium pelat merah ini menyetorkan total pajak dan retribusi senilai lebih dari Rp1,09 triliun, yang didorong oleh akselerasi produksi di atas kapasitas terpasang serta efisiensi biaya operasional.
Direktur Utama PT Inalum Melati Sarnita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, memaparkan rincian kontribusi fiskal tersebut yang mencakup Pajak Penghasilan (PPh) Badan, pajak potongan dan pungutan, hingga retribusi daerah.
Menurutnya, capaian ini merupakan manifestasi nyata dari agenda hilirisasi strategis nasional yang dijalankan perusahaan secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Untuk kontribusi pajak pusat dan daerah di pajak penghasilan potongan dan pungutan itu, di 2025 naik menjadi 56 miliar."
"Kemudian di pajak penghasilan PPh badan di tahun 2025 itu menjadi 874 miliar," ungkap Melati dalam laporannya di hadapan parlemen, Jakarta, dikutip pada Kamis (2/4/2026).
Realisasi Fiskal Daerah dan Dividen
Selain setoran ke pemerintah pusat, Inalum turut mempertebal ketahanan fiskal daerah di wilayah operasionalnya.
Kontribusi ini menjadi stimulan krusial bagi pembangunan ekonomi lokal di sekitar wilayah kerja perseroan.
"Untuk pajak dan retribusi daerah sendiri itu sekitar Rp165 miliar," tambah Melati.
Akumulasi dari setoran PPh Badan, pajak potongan, serta retribusi daerah tersebut mengukuhkan posisi Inalum sebagai salah satu kontributor fiskal utama di sektor pertambangan.
Di sisi lain, perusahaan tetap konsisten menyalurkan imbal hasil kepada negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Melati merinci realisasi pembayaran Dividend yang disalurkan melalui induk holding Industri Pertambangan, MIND ID, untuk periode 2024 dan 2025.
"Penerimaan negara bukan pajak di tahun 2023, 24, 25 ini deviden kita ke Mind ID di 2024 itu sekitar Rp21 miliar untuk penerimaan negara bukan pajaknya."
"Kemudian di 2024 Rp21 miliar, kemudian di tahun 2025 sekitar Rp19 miliar," papar Melati.
Akselerasi Profitabilitas
Lonjakan kontribusi fiskal tersebut berbanding lurus dengan performa Net Income tahun 2025 yang tumbuh 15% secara year-on-year menjadi USD 142 juta, melampaui perolehan tahun sebelumnya sebesar USD 123,7 juta.
Revenue konsolidasi perseroan juga terkerek naik 10% menjadi USD 785,7 juta.
Pertumbuhan signifikan turut terekam pada EBITDA yang mencapai USD 208,7 juta pada akhir 2025.
Secara rasio keuangan, Inalum mencatatkan tingkat efisiensi yang mumpuni dengan Net Profit Margin di level 18,2%, naik dari posisi 17,3% pada tahun 2024.
Sementara, indikator profitabilitas lainnya juga menunjukkan tren penguatan, di mana Return On Asset terdongkrak ke level 6% dan Return On Equity mencapai 7%.
Melati menegaskan, stabilitas finansial perseroan menjadi jangkar utama dalam mendukung kedaulatan ekonomi nasional.
"Hilirisasi bauksit dan aluminium merupakan agenda strategis nasional untuk memperkuat kemandirian sektor industri Indonesia, dan ini merupakan salah satu program dari Bapak Presiden," terangnya.
Melalui rantai pasok yang terintegrasi, Inalum optimis dapat terus menekan ketergantungan impor, sekaligus meningkatkan daya saing industri aluminium domestik di kancah global.
Baca Juga: Kejar Target 1 Juta Ton Aluminium, Dirut Inalum Ungkap Sederet Kebutuhan Strategis Perusahaan
"Kami yakin percepatan pembangunan smelter dan refinery ini bisa menjadikan upaya untuk menekan ketergantungan impor."
"Kemudian juga meningkatkan daya saing nasional, serta membangun rantai pasok aluminium yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, yang memberikan pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia," cetus Melati. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement