Kredit Foto: BPMA
Sementara, WK Lhokseumawe menarik minat kolaborasi PT Energi Hijau Biru dengan Barakah Petroleum asal Malaysia.
Adapun WK South Block A diajukan oleh BUMD Aceh, PT Pembangunan Aceh (PEMA), sebagai calon kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
Menurut Nasri, masuknya investor dari berbagai latar belakang tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan terhadap potensi migas Aceh.
Ia optimistis proses joint study tersebut akan berlanjut menjadi kontrak kerja sama baru.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga dan Dirjen Migas Cek Berat dan Harga LPG 3 Kg di Jakarta hingga Bekasi
“Apabila berjalan lancar, insya Allah BPMA akan mendapatkan tiga KKKS baru,” kata Nasri.
BPMA menilai peningkatan minat investasi ini akan mendorong aktivitas eksplorasi dan produksi migas di Aceh, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan energi nasional. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement