Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) tengah mematangkan kerangka fiskal, untuk mendukung percepatan proyek Carbon Capture Storage (CCS) di Lapangan Arun.
Kepala BPMA Nasri Djalal menyatakan, investasi pada teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon memiliki peluang besar untuk masuk dalam skema pengembalian biaya operasi (cost recovery), sepanjang proyek tersebut terintegrasi dengan upaya peningkatan produksi migas.
Pernyataan ini menjadi sinyal positif bagi investor, mengingat tingginya biaya investasi pada teknologi dekarbonisasi.
Nasri menekankan, implementasi CCS tidak hanya berfungsi menekan emisi emisi gas rumah kaca, tetapi juga memiliki nilai komersial melalui mekanisme Enhanced Gas Recovery (EGR).
“Secara komersial, CCS juga punya nilai jual."
"Kalau program CCS ini dapat meningkatkan produksi, tentu saja biayanya dapat di-cost recovery-kan."
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement