Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sinyal Pasar Derivatif Menguat, Harga Bitcoin Hari Ini (7/4) Terancam Anjlok Tajam?

Sinyal Pasar Derivatif Menguat, Harga Bitcoin Hari Ini (7/4) Terancam Anjlok Tajam? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin terpantau stabil dalam perdagangan pada pagi hari di Selasa (7/4). Namun di balik pergerakan yang cenderung datar, analis melihat adanya peningkatan risiko penurunan dari sisi pasar derivatif.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini diperdagangkan dalam area US$69.000. Meski terlihat stabil, terdapat resiko penurunan tajam bagi aset kripto unggulan tersebut menyusul ketidakpastian global.

Baca Juga: Perusahaan Jepang Kini Menjadi Pemilik Bitcoin Terbesar Ketiga Dunia

Perang Iran, Israel dan Amerika Serikat masih terus menekan pasar global termasuk kripto. Belum ada tanda-tandanya konflik akan mereda membuat pasar cenderung menunggu hingga menaruh aset mereka ke dalam instrument yang lebih aman ketimbang investasi high risk seperti bitcoin.

Adapun Bitfinex melalui laporannya juga menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara volatilitas tersirat (implied volatility) dan volatilitas aktual. Volatilitas tersirat berada dalam kisaran 48%–55%. Sementara pergerakan harga riil relatif tenang.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai membayar lebih mahal untuk perlindungan terhadap potensi penurunan, meskipun harga spot tampak stabil.

Bitfinex menyoroti adanya negative gamma environment di US$68.000. Dalam kondisi ini, market maker yang menjual proteksi downside berpotensi dipaksa menjual bitcoin saat harga turun untuk melakukan lindung nilai.

Mekanisme ini dapat mempercepat penurunan harga karena tekanan jual bertambah seiring turunnya harga, menciptakan efek bola salju atau self-reinforcing feedback loop. Jika level support ini ditembus, bitcoin berpotensi bergerak cepat menuju area US$60.000.

Bitfinex juga menilai pasar belum bisa menyeimbangkan diri meski mereka telah mengalami likuidasi posisi long lebih dari US$247 juta. Hal ini menunjukkan bahwa risiko penurunan masih belum sepenuhnya terserap.

Pergerakan harga bitcoin sendiri selama beberapa pekan ini telah menciptakan kesan stabil dengan bergerak dalam rentang dari US$64.000–US$74.000. Namun, kondisi fundamental menunjukkan pasar berada dalam keseimbangan rapuh.

Permintaan spot melemah dan partisipasi pasar menurun, membuat harga ditopang oleh basis pembeli yang semakin tipis. Aktivitas treasury korporasi yang sebelumnya menjadi pendorong utama permintaan kini mulai menyusut. Perubahan ini membuat pasar semakin bergantung pada segelintir pelaku besar, bukan akumulasi yang merata.

Di sisi lain, terdapat konsentrasi suplai besar di atas harga saat ini, khususnya di sekitar US$74.000. Investor yang membeli di level tinggi cenderung menjual saat harga naik, sehingga membatasi potensi kenaikan dan memperkuat pola sideways.

Baca Juga: Dimulai Bitcoin dan Ether, Charles Schwab Akan Luncurkan Trading Crypto Spot

Secara keseluruhan, kondisi saat ini menunjukkan bahwa stabilitas harga bitcoin bukanlah tanda kekuatan, melainkan keseimbangan sementara. Dengan permintaan yang melemah dan tekanan dari pasar derivatif yang meningkat, risiko pergerakan tajam ke bawah dinilai semakin besar dalam waktu dekat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement