Kredit Foto: Reuters
"Mereka akan memiliki lebih banyak pekerjaan dan urusan daripada kita, mereka akan lebih sering berpindah tempat,” ulas Dimon.
Dalam menghadapi potensi gangguan di pasar tenaga kerja akibat AI, Dimon menekankan pentingnya langkah konkret seperti pelatihan ulang dan pembatasan PHK.
Ia menilai, pengembangan keterampilan interpersonal saja tidak cukup, melainkan perlu dukungan dari dunia usaha dan pemerintah.
Ketika ribuan pekerja kehilangan pekerjaan akibat mesin AI, Dimon mengusulkan solusi untuk menjaga stabilitas pasar tenaga kerja.
“Saya punya rencana untuk melatih ulang orang-orang, merelokasi orang-orang, dan memberikan bantuan pendapatan kepada orang-orang,” ujarnya dalam pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss.
Ia juga memperingatkan potensi dampak sosial yang serius jika AI diterapkan tanpa kesiapan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement