Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Menurut Defi, tanpa adopsi AI, perusahaan akan kesulitan menghadapi serangan yang semakin masif.
“Karena ketika AI lawan manusia itu, (manusia) enggak akan bisa nahan,” terangnya.
Selain meningkatkan kemampuan pertahanan, AI juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi operasional.
Teknologi ini mampu menyaring ancaman secara otomatis, sehingga tim keamanan hanya perlu fokus pada risiko yang benar-benar krusial.
“Jadi dengan AI itu dia bisa men-counter duluan sebenarnya,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, perusahaan tidak perlu menambah banyak sumber daya manusia, untuk memantau ancaman dalam jumlah besar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: