Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gaya Ala-Ala Militer, SUV Listrik ini Siap Meluncur di Pasar Global sebagai Denza B3

Gaya Ala-Ala Militer, SUV Listrik ini Siap Meluncur di Pasar Global sebagai Denza B3 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Produsen otomotif China, BYD, memperkenalkan SUV listrik Fangchengbao Tai 3 dalam ajang Bangkok International Motor Show (BIMS). Untuk pasar global, model ini akan dipasarkan dengan nama Denza B3.

Kehadiran kendaraan ini menandai strategi BYD melalui sub-brand premiumnya, Denza, untuk menjangkau segmen SUV listrik yang lebih terjangkau di pasar internasional.

Secara desain, Denza B3 mengusung tampilan tangguh bernuansa militer dengan bodi tegas, bumper besar, serta tambahan kompartemen belakang menyerupai ransel. Meski terlihat seperti kendaraan off-road, mobil ini dibangun dengan konstruksi unibody dan masuk ke segmen SUV kompak lima penumpang.

Dari sisi performa, Denza B3 tersedia dalam dua varian. Versi penggerak roda belakang (RWD) dibekali motor listrik 218 PS, sementara varian penggerak semua roda (AWD) menghasilkan tenaga hingga 421 PS, dengan akselerasi 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 4,9 detik.

Mobil ini menggunakan baterai Blade LFP dengan kapasitas hingga 75,6 kWh pada model terbaru, yang mampu menempuh jarak hingga 620 km berdasarkan pengujian CLTC. Teknologi pengisian cepat juga menjadi andalan, dengan klaim pengisian sebagian daya hanya dalam hitungan menit.

Di bagian interior, Denza B3 mengusung desain modern dengan layar infotainment besar, fitur suspensi adaptif, serta sistem bantuan berkendara canggih. Kendaraan ini juga dilengkapi fitur tambahan seperti bagasi depan (frunk) dan opsi teknologi terintegrasi.

BYD menargetkan ekspansi global untuk model ini, termasuk ke pasar Asia Tenggara. Setelah rencana peluncuran model Denza lainnya di Malaysia, Denza B3 disebut menjadi salah satu kandidat berikutnya.

Namun, realisasi ekspansi tersebut masih bergantung pada proses negosiasi terkait produksi lokal di negara tujuan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: