Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Janji Bakal Kerja Keras Jaga APBN di Tengah Badai Global

Purbaya Janji Bakal Kerja Keras Jaga APBN di Tengah Badai Global Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap berada di jalur yang aman meski dunia masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pihaknya akan bekerja keras menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mendukung berbagai program prioritas nasional yang menjadi fokus pemerintah pada 2027.

Komitmen tersebut disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI. Menurutnya, APBN akan terus difungsikan sebagai instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, hingga memastikan program-program strategis nasional berjalan sesuai target.

“Kementerian Keuangan terus menjaga kinerja fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah strategis dalam rangka optimalisasi pendapatan, belanja yang berkualitas, dan pembiayaan yang inovatif,” kata Purbaya dikutip dari Antara, Senin (15/6).

Di tengah tekanan global yang masih berlangsung, pemerintah mengandalkan APBN sebagai tameng untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Purbaya Pasang Target Ambisius: Ekonomi Digenjot, Defisit dan Utang Tak Boleh Jebol

Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Keuangan menjalankan sejumlah program utama, mulai dari Program Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan dan Ekonomi, Program Pengelolaan Penerimaan Negara, Program Pengelolaan Belanja Negara, Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara dan Risiko, hingga Program Dukungan Manajemen.

Tak hanya itu, dukungan anggaran juga diarahkan untuk berbagai program prioritas nasional. Di antaranya penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pemberantasan penyelundupan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, peningkatan layanan kesehatan, hingga implementasi program biodiesel B50.

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya kembali menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2026.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy), inflasi yang tetap terkendali, serta surplus neraca dagang yang berlanjut selama 72 bulan berturut-turut.

Cadangan devisa nasional juga disebut masih berada pada level yang memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi dan pasar keuangan.

Baca Juga: Target Penerimaan Negara 2027 Naik, Purbaya Optimalkan Pajak dan Bea Cukai

Dari sisi penerimaan negara, realisasi pendapatan telah mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen (yoy). Sementara belanja negara tercatat sebesar Rp1.365,4 triliun, melonjak 34,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun realisasi pembiayaan telah mencapai Rp379,4 triliun. Meski demikian, pemerintah mengklaim tetap mampu menjaga defisit dan tingkat utang negara dalam batas aman serta terkelola dengan baik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: