Kecam Serangan Israel, Prancis Desak Lebanon Masuk Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Prancis menyoroti serangan yang dilakukan oleh Israel ke Lebanon. Ia mendesak agar hal tersebut dihentikan karena merupakan bagian gencatan senjata yang dilakukan oleh Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron mendesak agar gencatan senjata antara kedua negara tersebut juga mencakup Lebanon. Menurut Macron, perluasan cakupan tersebut menjadi syarat penting agar kesepakatan damai dapat dipercaya dan bertahan lama di Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Ancam Serangan Balasan Usai Gencatan Senjata Dilanggar Israel
Macron mengatakan bahwa pihaknya telah berbicara langsung dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Ia menekankan bahwa semua wilayah konflik harus masuk dalam kesepakatan guna mencegah eskalasi lanjutan.
"Lebanon merupakan syarat penting agar gencatan senjata selama dua minggu tersebut dapat dipercaya dan berlangsung lama di Timur Tengah," katanya.
Macron juga mengecam serangan yang baru-baru ini dilancarkan terhadap wilayah tersebut oleh Israel. Ia menyebutnya serangan tersebut serangan tanpa pandang bulu yang dapat merusak peluang keberhasilan gencatan senjata dari Iran dan Amerika Serikat.
Ia menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan dari Lebanon. Kepada Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Labenon, Nawaf Salam, ia juga menyatakan komitmen untuk membantu implementasi rencana pelucutan senjata dari Hezbollah.
"Saya menegaskan kembali perlunya menjaga integritas teritorial dari Lebanon," tegas Macron.
Sikap Macron sejalan dengan posisi dari Iran. Teheran diketahui menginginkan wilayah tersebut masuk dalam gencatan senjata. Namun, Amerika Serikat dan Israel menyatakan bahwa wilayah itu tidak termasuk dalam kesepakatan.
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance menegaskan bahwa gencatan senjata baru-baru ini tidak mencakup konflik di Lebanon. Menurut Vance, sudah terjadi kesalahpahaman terkait cakupan kesepakatan tersebut dari Iran.
Vance menyatakan bahwa negosiator dari negara tersebut mengira gencatan senjata juga mencakup Lebanon. Padahal menurutnya hal tersebut tidaklah demikian. Ia menyebut hal ini sebagai kesalahpahaman yang wajar terjadi dalam proses negosiasi yang kompleks antara Iran dan Amerika Serikat.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup konflik di Lebanon. Ia menyebut bahwa hal tersebut telah diinformasikan oleh Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Ia menyebut kesepakatan gencatan senjata juga mencakup penghentian konflik di Lebanon.
“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa kedua negara, bersama sekutu-sekutunya, telah sepakat untuk gencatan senjata segera di mana pun dalam kawasan, termasuk di Lebanon,” katanya.
Baca Juga: Usai Gencatan Senjata, Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Sekutu Iran
Perbedaan pandangan ini memperlihatkan rapuhnya kesepakatan yang ada. Dengan serangan yang masih berlangsung, peluang tercapainya perdamaian menyeluruh di kawasan masih menghadapi tantangan besar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: