Kredit Foto: Ist
Langkah baru Xiaomi di pasar mobil listrik mulai terlihat lebih agresif, bukan lagi sekadar bermain di segmen premium. Perusahaan asal China itu diduga sedang menyiapkan varian SUV listrik yang lebih murah untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Sinyal tersebut muncul dari dokumen regulasi terbaru yang diajukan ke otoritas industri di China, yang memperlihatkan adanya versi baru dari model Xiaomi YU7 dengan konfigurasi berbeda. Data ini menunjukkan arah strategi Xiaomi yang mulai memperluas pasar ke segmen entry-level.
Alih-alih mengubah tampilan, versi terbaru ini tetap mempertahankan dimensi bodi yang sama dengan model sebelumnya. Panjangnya berada di kisaran hampir 5 meter dengan jarak sumbu roda 3 meter, menandakan mobil ini tetap bermain di kelas SUV besar.
Perubahan utama justru terlihat di sektor performa dan efisiensi. Varian baru ini menggunakan motor tunggal dengan penggerak roda belakang, berbeda dari versi yang lebih tinggi yang kemungkinan mengusung konfigurasi lebih bertenaga.
Tenaga yang dihasilkan mencapai sekitar 235 kW atau setara 315 hp, angka yang masih tergolong kuat meskipun sudah disederhanakan. Pendekatan ini menunjukkan Xiaomi mencoba menyeimbangkan antara performa dan efisiensi biaya.
Di bagian baterai, Xiaomi memilih teknologi lithium iron phosphate (LFP) yang dikenal lebih murah dan stabil dibandingkan baterai NMC. Penggunaan baterai dari CATL juga menegaskan fokus pada efisiensi produksi.
Selain itu, bobot kendaraan juga dipangkas cukup signifikan dibandingkan versi sebelumnya. Varian ini memiliki bobot sekitar 2,2 ton, lebih ringan dari model standar yang mencapai lebih dari 2,3 ton.
Pengurangan bobot dan spesifikasi ini mengarah pada satu tujuan utama, yaitu menekan harga jual agar lebih kompetitif. Xiaomi tampaknya ingin membawa SUV listrik ke segmen yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan desain utama.
Menariknya, varian baru ini juga disebut akan menawarkan opsi personalisasi tambahan, termasuk desain roda baru berukuran 20 inci. Hal ini menjadi strategi untuk tetap menarik secara visual meski spesifikasinya disederhanakan.
Hingga kini, Xiaomi belum mengungkapkan nama resmi maupun jadwal peluncuran model tersebut. Namun kehadirannya diperkirakan akan memperluas jangkauan produk di tengah persaingan ketat pasar kendaraan listrik.
Baca Juga: Redmi Pad 2 4G Jadi Tablet Xiaomi Pertama dengan Konektivitas Seluler di Indonesia
Sebagai gambaran, model YU7 yang sudah diperkenalkan saat ini berada di rentang harga sekitar Rp600 jutaan hingga Rp800 jutaan. Jika varian baru benar-benar hadir dengan harga lebih rendah, Xiaomi berpotensi mengganggu pasar SUV listrik di segmen menengah.
Xiaomi tidak hanya bersaing di sisi teknologi, tetapi juga mencoba merebut pasar melalui harga. Langkah tersebut bisa menjadi penentu dalam persaingan industri kendaraan listrik yang semakin padat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: