Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mentan Amran Dukung Inovasi Pakan Ayam IPB, Siap Bawa ke Presiden

Mentan Amran Dukung Inovasi Pakan Ayam IPB, Siap Bawa ke Presiden Kredit Foto: Youtube Perekonomian RI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungannya terhadap inovasi pakan ayam berbasis probiotik dan antikoksi dari Universitas Institut Pertanian Bogor (IPB), bahkan siap membawanya ke Presiden jika mencapai target.

Peneliti IPB, Ivan Taufik Nugraha, menjelaskan bahwa inovasi yang dikembangkan olehnya ini dirancang untuk memacu efisiensi, meningkatkan kesehatan ayam, mempercepat pertumbuhan, hingga mendongkrak produksi telur.

“Pakannya enggak terlalu banyak, satu bisa meningkatkan kesehatan pencernaannya. Lalu yang kedua bisa meningkatkan bobot badan dengan cepat, dan bisa menambah massa dari telur ayam. Biasanya bobot telur bisa nambah 20-30 persen,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Menurut Ivan, salah satu fokus utama inovasi ini adalah mengatasi penyakit koksidiosis yang kerap menjadi ancaman serius dalam budidaya ayam.

Penyakit tersebut dapat menyebabkan diare parah hingga kematian massal dalam satu kandang.

“Kita mengarahnya ke antikoksi, jadi untuk mencegah ayam sakit. Koksidiosis itu menyebabkan diare parah dan bisa menyebabkan kematian cukup tinggi, serta menyebar dalam satu kandang. Dengan adanya antikoksi ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” jelasnya.

Selain meningkatkan kesehatan, inovasi ini juga menyasar percepatan pertumbuhan ayam kampung yang selama ini dikenal lebih lambat dibanding ayam ras.

“Harapannya ayam kampung bisa meningkatkan bobot badannya lebih cepat. Jadi seperti yang Pak Menteri bilang, dalam 40 harian bisa mencapai satu kilogram,” tambahnya.ngan adanya antikoksi ini, kesehatan ayam bisa meningkat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi sistem pencernaan dalam meningkatkan produktivitas ternak.

“Sebetulnya yang kita lihat, ketika kandang bau, artinya proteinnya tidak terserap dengan optimal. Nah, dengan adanya tambahan probiotik dalam produk kami, nutrisi bisa diserap lebih banyak,” ungkapnya.

Menurutnya, probiotik bekerja hingga ke tingkat vili usus untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi. “Masuk ke vili-vili usus, kemudian diserap. Saat keluar, aromanya berkurang karena proteinnya terserap secara maksimal,” jelasnya.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa riset harus berorientasi pada solusi nyata dan berdampak ekonomi.

Dalam kunjungannya ke Science Techno Park IPB University di Bogor, ia menyoroti potensi besar inovasi tersebut.

“Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah satu kilogram, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar,” ujarnya.

Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla

Baca Juga: Strategi Mentan Amran Hadapi Ancaman Kelaparan Akut 45 Juta Orang Versi WFP

Amran juga menyatakan kesiapan pemerintah untuk mendukung hilirisasi inovasi, termasuk menyerap hasil riset dalam skala besar jika terbukti berhasil.

“Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu. Ini peluang besar,” tegasnya.

Dukungan tersebut diharapkan mempercepat transformasi riset menjadi solusi nyata di lapangan, sehingga inovasi tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak dan masyarakat luas.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Belinda Safitri

Advertisement