Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Berkat Aksi Borong Strategy (MSTR), Harga Bitcoin Hari Ini (14/4) Meroket Tinggi

Berkat Aksi Borong Strategy (MSTR), Harga Bitcoin Hari Ini (14/4) Meroket Tinggi Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali menguat pada perdagangan pagi hari di Selasa (14/4). Ia berhasil bangkit dari kejatuhannya baru-baru ini, namun masih melanjutkan tren volatilitas tinggi yang kerap terjadi sepanjang 2026.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini naik hingga menyentuh level US$74.000. Pergerakan ini terjadi setelah kepanikan pasar pada akhir pekan yang diikuti pembalikan arah harga, pola yang kini semakin sering muncul di pasar kripto.

Baca Juga: Bhutan Jual Besar-Besaran Aset Bitcoin, Mulai Tinggalkan Kripto?

Kenaikan harga bitcoin kali ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, khususnya setelah manuver terbaru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia baru-baru ini memerintahkan blokade di Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau U.S. Central Command (CENTCOM) sendiri menegaskan bahwa blokade akan diberlakukan secara menyeluruh dan tanpa pengecualian terhadap kapal dari semua negara. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Washington melalu blokade ini akan melarang aktivitas keluar-masuk untuk kapal-kapal yang akan berlayar maupun bersandar dalam pelabuhan yang dimiliki oleh Iran. Namun, pihaknya juga menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mengganggu kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Ia juga mengumumkan bahwa pihaknya mulai melakukan persiapan untuk operasi pembersihan ranjau laut dalam wilayah dari Selat Hormuz. Operasi tersebut melibatkan dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat. USS Frank E. Peterson (DDG 121) dan USS Michael Murphy (DDG 112) dikerahkan dan dilaporkan telah melintasi wilayah dari Selat Hormuz.

Di luar faktor geopolitik, aksi korporasi juga menjadi pendorong utama. Perusahaan Michael Saylor, Strategy (MSTR) terus mengakumulasi bitcoin dalam jumlah besar. Pekan lalu, perusahaan tersebut membeli 13.927 BTC.

Menariknya, pembelian tersebut tidak didanai melalui penerbitan saham biasa, melainkan lewat saham preferen dari STRC. Strategi ini dinilai sebagai pendekatan baru untuk menghindari dilusi saham dan tetap agresif menambah cadangan bitcoin

Pergerakan saham terkait yang masih diperdagangkan dalam level par juga mengindikasikan kemungkinan penerbitan tambahan. Hal ini membuka peluang aksi penggalangan dana lanjutan hingga pembelian Bitcoin dalam jumlah besar dalam waktu dekat.

Kombinasi faktor geopolitik dan aksi institusional ini bisa membentuk pola baru dalam pasar kripto mulai dari panic sell saat akhir pekan dan rebound cepat pada awal pekan, menyusul akumulasi oleh institusi besar.

Baca Juga: Jepang Akan Klasifikasikan Bitcoin Cs Jadi Produk Keuangan

Dengan ketegangan global yang belum mereda dan aksi akumulasi institusi yang terus berlanjut, harga bitcoin diperkirakan tetap volatil dalam jangka pendek. Namun, minat institusi yang kuat dapat menjadi penopang utama tren kenaikan dalam jangka menengah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement