Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dibilang Komdigi Belum Sepenuhnya Patuhi PP TUNAS, Ini Kata Roblox

Dibilang Komdigi Belum Sepenuhnya Patuhi PP TUNAS, Ini Kata Roblox Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan, Roblox belum menunjukkan kepatuhan penuh terhadap PP TUNAS, meski di sisi lain platform tersebut menyatakan komunikasi dengan Kemkomdigi berjalan baik.

Roblox telah melakukan penyesuaian fitur secara global, sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan anak melalui Roblox Kids.

Perubahan ini mencakup penyesuaian fitur yang berkaitan dengan pembatasan akses anak, baik di media sosial maupun dalam ekosistem gim.

Kemkomdigi mencatat langkah tersebut sebagai perkembangan positif.

“Kami mencatat baik ada perubahan besar yang dilakukan oleh Roblox,” ujar Menteri Komdigi Meutya Hafid di Kantor Komdigi, Selasa (14/4/2026).

Namun demikian, Meutya menilai langkah tersebut belum cukup untuk memenuhi ketentuan PP TUNAS.

Ia menegaskan, kebijakan global tetap harus disesuaikan dengan regulasi di Indonesia.

"Kami mengingatkan untuk juga tetap mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, melalui PP Tunas dalam hal indikasi resiko tinggi," tambah Meutya.

Dari hasil evaluasi, Kemkomdigi masih menemukan celah dalam implementasi fitur tersebut, terutama pada aspek komunikasi pengguna anak.

“Masih ada loophole dari fitur Roblox Kids, di mana kita masih menemukan adjustment tersebut masih membolehkan ada komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal,” ungkapnya.

Celah ini dinilai menjadi perhatian serius, terutama dari perspektif perlindungan anak dan kekhawatiran orang tua di Indonesia.

Karena itu, meskipun Roblox telah melakukan berbagai penyesuaian, Kemkomdigi belum dapat menyatakan platform tersebut patuh terhadap aturan.

"Dengan berat hati, meskipun sudah melakukan adjustment yang cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan Roblox telah mematuhi," tuturnya.

Dengan demikian, Meutya menyebutkan status kepatuhan Roblox terhadap PP TUNAS dinilai belum terpenuhi.

“Kita tetap menilai ini belum ada kepatuhan terhadap PP Tunas,” ucapnya.

Di sisi lain, pihak Roblox menegaskan pihaknya sudah berkomunikasi secara aktif dengan Kemkomdigi, dan terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan internal, agar sejalan dengan ketentuan yang ditetapkan.

"Saya sangat optimis dan sangat yakin kita akan menjalin kemitraan yang hebat bersama, untuk terus memperkuat keamanan dan menghasilkan solusi inovatif bagi anak-anak Indonesia," cetus Vice President of Civility and Partnership Roblox Tami Bhaumik di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, kolaborasi ini penting, agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya fokus pada pembatasan, tetapi juga memberikan solusi yang relevan bagi pengguna.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Roblox juga tengah menyiapkan berbagai inisiatif edukasi di Indonesia, termasuk program literasi digital bagi anak-anak.

Baca Juga: Lampu Hijau Hingga Merah PP TUNAS: X-Bigo Live Patuh, Meta Menyusul, YouTube Ditegur, TikTok dan Roblox Ditunggu

“Kami akan menghadirkan upaya edukasi di Indonesia yang mengajarkan anak-anak untuk menciptakan gim, sekaligus memberikan kurikulum literasi digital,” ujar Tami.

Ia berharap pendekatan ini dapat membantu anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator yang memahami cara menggunakan teknologi secara bijak. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement