Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Geopolitik Memanas, Instrumen Hedging Jadi Senjata Bertahan

Geopolitik Memanas, Instrumen Hedging Jadi Senjata Bertahan Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketidakpastian geopolitik yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir mendorong volatilitas harga berbagai komoditas strategis, mulai dari energi hingga logam mulia.

Kondisi tersebut memperkuat kebutuhan akan mekanisme perdagangan yang transparan serta instrumen lindung nilai (hedging) yang mampu membantu pelaku pasar mengelola risiko secara lebih terukur.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Yazid Kanca Surya, mengatakan di tengah tekanan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas, pelaku pasar semakin membutuhkan instrumen yang dapat memberikan perlindungan risiko sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

“Dalam kondisi pasar yang semakin tidak pasti, kebutuhan terhadap mekanisme lindung nilai menjadi semakin relevan,” ujar Yazid dalam acara halal bihalal dan media gathering di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, perdagangan berjangka hadir sebagai instrumen yang transparan, terstandarisasi, serta mendukung pembentukan harga (price discovery) yang kredibel di pasar.

“Sejalan dengan itu, JFX juga terus mendorong penguatan ekosistem perdagangan yang lebih transparan, terawasi, dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pelaku pasar,” katanya.

Sebagai informasi, Jakarta Futures Exchange (JFX) menyediakan fasilitas bagi anggotanya untuk bertransaksi kontrak berjangka berdasarkan harga yang terbentuk melalui interaksi permintaan dan penawaran secara efisien dalam sistem perdagangan elektronik.

Baca Juga: Antam Borong 100% Emas Freeport di 2026

Baca Juga: Negara Tekor Rp1.000 T dari Tambang Emas Ilegal, Bos MIND ID Desak Sinergi Regulasi

Baca Juga: Potensi dan Tantangan Tambang Emas Rakyat, Pemerintah Pastikan Sinergi Pusat-Daerah

Transaksi perdagangan berjangka, fisik, dan kontrak derivatif di JFX tidak memerlukan biaya transportasi dan penyimpanan seperti pasar konvensional, karena seluruh proses dilakukan secara elektronik, termasuk secara online.

Selain itu, harga dapat ditampilkan secara transparan melalui platform perdagangan yang disediakan JFX, yakni Jakarta Automated Futures Trading System (JAFETS). Platform ini dapat diakses oleh anggota bursa yang telah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan dan tata tertib yang berlaku.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement