Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rupiah Tembus Rp17.000, Bos BTN Bilang Dampaknya Minim ke Kredit

Rupiah Tembus Rp17.000, Bos BTN Bilang Dampaknya Minim ke Kredit Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) belum berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan, khususnya pada penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa mayoritas bisnis BTN menggunakan mata uang rupiah. Hal ini membuat fluktuasi nilai tukar tidak secara langsung memengaruhi kinerja maupun penyaluran kredit perseroan.

“BTN itu hampir 100 persen rupiah, belum ada KPR dalam dolar AS. Jadi perubahan currency belum berdampak langsung,” kata Nixon kepada wartawan di Menara BTN I, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Nixon menyebut perseroan lebih mencermati arah kebijakan suku bunga. Menurutnya, dampak pelemahan rupiah baru akan terasa jika terjadi kenaikan suku bunga kredit.

“Nah, currency akan berdampak ke sebuah bunga bisa terjadi nggak? Bisa. Tapi kapannya nobody knows. Jadi BTN lebih interest rate sensitiverather than forex rate sensitive karena kita rupiah,” jelasnya.

Baca Juga: IMF Pangkas Outlook RI, Rupiah Langsung Terkapar

Baca Juga: Laba BTN Tembus Rp1,1 Triliun Pada Kuartal I 2026, Penyaluran KPR Capai 6 juta Unit

Baca Juga: BTN Tegaskan Keputusan Kredit Tetap Wewenang Bank Meski Ada Aturan SLIK Baru

Ia menambahkan, kondisi suku bunga menjadi faktor utama yang memengaruhi kinerja perbankan, termasuk laba. Jika suku bunga acuan turun, maka laba bank berpotensi meningkat. Sebaliknya, kenaikan suku bunga dapat menekan profitabilitas.

“Kalau (BI rate) turun itu bank pasti naik laba. Kalau naik, bank pasti labanya turun. Itu yang terjadi, selalu begitu. Ada adjustment process memang? Iya, betul. Tapi kalau tidak ada penurunan bunga berarti tidak ada pemburukan laba, kira-kira itu saja korelasinya,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement