Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Bahlil menyebutkan, konsumsi LPG Indonesia diperkirakan mencapai 10 juta ton per tahun pada periode 2026-2027.
"Kebutuhan kita besar, termasuk tambahan 1,5 juta ton per tahun untuk industri Lotte."
"Jadi kita harus mencari pasar-pasar baru, dan Rusia adalah salah satunya," jelasnya.
Tetap Gandeng Amerika Serikat
Bahlil juga mengklarifikasi masuknya Rusia dalam daftar pemasok jangka panjang, tidak akan menggeser posisi mitra lainnya.
Ia menyebutkan, impor LPG dari Amerika Serikat justru diprediksi akan meningkat seiring bertambahnya konsumsi nasional.
"LPG Amerika malah nambah. Konsumsi kita kan nambah."
Baca Juga: Bahlil Sebut Impor Minyak Mentah dari Rusia Kemungkinan Masuk Bulan Ini
"Jadi ini soal diversifikasi."
"Kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara dalam posisi geopolitik yang tidak menentu ini," tutur Bahlil. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement