Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga 15 April 2026, total investor telah melampaui 25,3 juta orang, mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, menyampaikan bahwa meski pertumbuhan jumlah investor tinggi, masih terdapat tantangan besar, terutama terkait kesenjangan antara tingkat literasi dan inklusi pasar modal.
“Di balik pertumbuhan tersebut, terdapat tantangan yang perlu kita jawab bersama. Tingkat literasi pasar modal telah mencapai 17,78%, sementara tingkat inklusi masih berada di level 1,34%,” ujarnya di BEI, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Kristian menilai kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memahami investasi, tetapi belum semuanya berani memulai berinvestasi secara langsung.
Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama untuk mendorong partisipasi masyarakat, terutama melalui pengenalan instrumen investasi yang lebih sederhana dan mudah diakses.
Salah satu instrumen yang dinilai efektif sebagai pintu masuk investor pemula adalah reksa dana. Hingga Maret 2026, nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana di Indonesia tercatat mencapai Rp699,65 triliun.
Baca Juga: BEI Ungkap Lonjakan Reksa Dana, AUM Tembus Rp699 Triliun
Baca Juga: BEI Mulai Terapkan Sistem Liquidity Provider, Ini 5 Saham yang Dapat Kuotasi
Instrumen ini semakin diminati karena menawarkan diversifikasi portofolio serta pengelolaan profesional dengan modal awal yang relatif terjangkau bagi masyarakat luas.
“Angka ini menunjukkan bahwa reksa dana merupakan salah satu pilihan utama masyarakat untuk memulai investasi,” ujar Kristian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement