Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bulog Bangun 100 Gudang Berteknologi Modern Guna Tampung 900 Ribu Ton Beras

Bulog Bangun 100 Gudang Berteknologi Modern Guna Tampung 900 Ribu Ton Beras Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan rencana pembangunan 100 unit gudang baru oleh Perum Bulog. Langkah ini diambil guna mengatasi keterbatasan kapasitas gudang nasional yang mulai kewalahan menampung stok beras pemerintah.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur pascapapanen tersebut. Selain itu, kebijakan ini merujuk pada Perpres No 14 Tahun 2026 yang bertujuan untuk mempercepat penguatan ketahanan pangan nasional.

"Gudangnya ini disesuaikan dengan perkembangan teknologi sehingga beras bisa tahan hingga 2 tahun," ujar Zulkifli Hasan, Rabu (22/4/2026). Di samping itu, penggunaan teknologi terkini diharapkan dapat menjaga kualitas stok beras dalam jangka waktu yang lebih lama.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Hamdani menyatakan total kapasitas tampung dari 100 gudang baru tersebut mencapai 900.000 ton beras. Terlebih lagi, infrastruktur ini akan tersebar secara strategis di 92 kabupaten dan kota di seluruh penjuru Indonesia.

Sebanyak 48 unit gudang akan dibangun di atas lahan hibah yang diberikan oleh berbagai Pemerintah Daerah. Selain itu, 52 unit gudang sisanya akan didirikan menggunakan lahan milik internal Perum Bulog yang sudah tersedia.

Banyak pemerintah daerah secara aktif menghibahkan lahan karena adanya lonjakan produksi beras yang signifikan di wilayah mereka. Di samping itu, kondisi gudang yang ada saat ini rata-rata telah mengalami kelebihan beban.

Baca Juga: Bulog Buka Gudang ke Publik, Stok Beras Membludak hingga Butuh Tambahan

Proses eksekusi pembangunan fisik akan segera dimulai setelah seluruh dokumen administratif ditandatangani oleh pihak terkait. Terlebih lagi, Bulog akan bekerja sama dengan jajaran BUMN Karya untuk mempercepat proses konstruksi di lapangan.

Zulhas menegaskan bahwa modernisasi fasilitas penyimpanan adalah kunci utama dalam meminimalisir kerusakan stok pangan negara. Selain itu, koordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus dilakukan untuk optimalisasi sistem penyimpanan tersebut.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat