Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investasi Hilirisasi Mineral Capai Rp98,3 Triliun di Kuartal I, Nikel Masih Jadi Primadona

Investasi Hilirisasi Mineral Capai Rp98,3 Triliun di Kuartal I, Nikel Masih Jadi Primadona Kredit Foto: Freepik/VecMes
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun sepanjang kuartal I-2026. Nilai tersebut setara 29,6% dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp498,8 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan investasi hilirisasi masih menjadi motor utama transformasi ekonomi Indonesia, terutama melalui penguatan industri berbasis sumber daya alam.

“Kontribusi realisasi investasi yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan, mencapai 29,6% pada kuartal pertama ini. Nilainya sekitar Rp147,5 triliun,” kata Rosan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Rosan menuturkan kontribusi terbesar berasal dari sektor mineral dengan total investasi Rp98,3 triliun. Komoditas nikel menjadi penyumbang utama sebesar Rp41,5 triliun, diikuti tembaga Rp20,7 triliun, besi dan baja Rp17 triliun, serta bauksit Rp13,7 triliun. Sementara itu, investasi mineral lainnya mencapai Rp2,9 triliun.

Pada sektor perkebunan dan kehutanan, realisasi investasi tercatat sebesar Rp29,8 triliun. Kelapa sawit menyumbang Rp18,3 triliun, diikuti kayu log Rp7 triliun, karet Rp2,4 triliun, serta komoditas lain seperti kakao dan biofuel sebesar Rp2,1 triliun.

Sementara itu, sektor minyak dan gas bumi mencatat investasi Rp17,7 triliun, yang terdiri atas minyak bumi Rp13,6 triliun dan gas bumi Rp4,1 triliun.

Baca Juga: Singapura Kembali Jadi Raja Investasi RI, Setor US$4,6 Miliar

Baca Juga: Realisasi Investasi RI Kuartal I Tumbuh 7,2% Capai Rp498,8 Triliun

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Investasi Rp 13.000 Triliun Hingga Tahun 2029

Adapun sektor perikanan dan kelautan berkontribusi Rp1,7 triliun yang mencakup hilirisasi komoditas ekspor seperti tuna, udang, rumput laut, rajungan, hingga tilapia.

“Kami melihat sektor perikanan dan kelautan ini pada semester berikutnya atau kuartal II, III, dan IV insyaallah bisa meningkat,” ujar Rosan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: