Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Jelaskan Duduk Perkara Pencopotan Dua Dirjen Kemenkeu, Bantah Kas Negara Tinggal Rp120 Triliun

Purbaya Jelaskan Duduk Perkara Pencopotan Dua Dirjen Kemenkeu, Bantah Kas Negara Tinggal Rp120 Triliun Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan pencopotan dua pejabat eselon I di Kementerian Keuangan, yakni Febrio Nathan Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari posisi Direktur Jenderal Anggaran.

Purbaya menegaskan pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi rutin untuk memperbaiki struktur organisasi dan merapikan kondisi internal kementerian.

“Rotasi eselon I itu proses biasa. Biasa kita beberapa tahun putar, jadi tidak ada yang istimewa dari situ,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Meski menyebut rotasi sebagai hal normal, Purbaya menyoroti munculnya berbagai informasi internal yang dinilainya menyesatkan, terutama terkait kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia membantah isu yang menyebut kas negara hanya cukup bertahan selama beberapa minggu hingga kabar yang menyatakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) tinggal Rp120 triliun.

Menurutnya, kondisi fiskal Indonesia masih dalam posisi kuat. Pemerintah disebut masih memiliki SAL sekitar Rp420 triliun yang ditempatkan di Bank Indonesia dan sejumlah perbankan nasional.

“Katanya uangnya cuma tiga minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal Rp120 triliun. Padahal SAL kita masih utuh sekitar Rp420 triliun,” katanya.

Purbaya juga mengungkap adanya isu internal lain yang menyasar kapasitas dirinya dalam berkomunikasi dengan investor global. Ia menyinggung kabar yang menyebut dirinya tertutup dan tidak layak bertemu investor karena dianggap tidak mampu berbahasa Inggris.

“Saya dengar ada informasi dari internal yang bilang Menteri Keuangannya tertutup, tidak bisa bahasa Inggris, jangan dibawa ketemu investor karena nanti mengacaukan. Itu yang kita rapikan,” ujarnya.

Ia menegaskan perbedaan pandangan di lingkungan Kementerian Keuangan merupakan hal yang wajar. Namun, penyebaran informasi yang tidak akurat terkait kondisi fiskal dinilai berbahaya karena dapat memicu kesalahpahaman publik dan mengganggu kepercayaan terhadap pemerintah.

Baca Juga: Purbaya Copot Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman dari Dirjen Kemenkeu, Langsung Tunjuk Plh

Baca Juga: Purbaya Copot 2 Dirjen Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman, Ada Apa?

“Kalau perbedaan pendapat tidak apa-apa. Tapi kalau keluar angka yang berbeda dan misleading, itu masalah,” tegasnya.

Purbaya memastikan langkah penataan internal akan terus dilakukan agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah publik maupun pasar keuangan.

“Noise-nya kita hentikan saja supaya tidak jadi rumit,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri