Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

AS Pegang Kendali, Trump Isyaratkan Tolak Proposal Iran dan Negosiasi Kian Buntu

AS Pegang Kendali, Trump Isyaratkan Tolak Proposal Iran dan Negosiasi Kian Buntu Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Donald Trump memberi sinyal kuat akan menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Sikap ini menegaskan dominasi Amerika Serikat dalam negosiasi sekaligus memperlihatkan proses diplomasi yang masih menemui jalan buntu.

Dalam laporan CNN, disebutkan bahwa proposal Iran mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global. Namun, isu utama terkait program nuklir Iran justru ditunda untuk dibahas pada tahap negosiasi berikutnya.

Langkah tersebut dinilai belum memenuhi kepentingan utama Amerika Serikat yang menempatkan isu nuklir sebagai prioritas utama. Hal inilah yang membuat Washington cenderung menolak pendekatan bertahap yang diajukan Teheran.

Dalam pertemuan dengan pejabat keamanan nasional, Trump disebut menyampaikan bahwa rencana Iran tidak cukup kuat untuk diterima. Salah satu sumber menyebutkan bahwa proposal yang dikirim dalam beberapa hari terakhir itu kemungkinan besar tidak akan disetujui.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat masih menilai adanya ketidakjelasan dalam struktur pengambilan keputusan di Iran. Perpecahan internal dinilai menjadi faktor yang membuat kesepakatan sulit dicapai secara cepat dan tegas.

Meski demikian, Trump juga menunjukkan keraguan untuk kembali melanjutkan operasi militer secara penuh. Serangan yang sebelumnya dihentikan melalui gencatan senjata sementara masih membuka ruang bagi jalur diplomasi, meskipun belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Pihak Gedung Putih menegaskan bahwa proses negosiasi bersifat sensitif dan tidak akan dilakukan secara terbuka melalui media. Amerika Serikat juga menekankan hanya akan menyetujui kesepakatan yang benar-benar menguntungkan kepentingan nasionalnya.

Baca Juga: Soal Penembakan Trump Saat Makan Malam di Washington, China: Ini Menarik Perhatian Kami!

“Ini adalah diskusi diplomatik yang sensitif dan Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui media. Seperti yang disampaikan presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat Amerika, serta tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” ujar juru bicara Gedung Putih.

Situasi ini menunjukkan bahwa upaya menuju perdamaian masih menghadapi tantangan besar di tengah tarik ulur kepentingan kedua negara. Selama isu nuklir belum menemukan titik temu, negosiasi diperkirakan akan terus berjalan alot dan penuh ketidakpastian.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat