Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tangkal Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPR Serukan Pentingnya Gotong Royong Digital

Tangkal Hoaks dan Perpecahan, Anggota DPR Serukan Pentingnya Gotong Royong Digital Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah derasnya arus informasi modern, nilai luhur bangsa berupa "gotong royong" dinilai harus segera diadaptasi ke dalam ruang digital.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota Komisi I DPR RI, Abraham Sridjaja, sebagai kunci utama dalam menjaga kedaulatan negara dari berbagai ancaman non-militer.

Pernyataan ini disampaikan Abraham saat menjadi narasumber utama dalam Webinar Literasi Digital bertema “Gotong Royong Membangun Kolektif Menjaga Kedaulatan Bangsa”.

Acara ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Komisi I DPR RI di Jakarta Selatan, Kamis (23/4).

Menurut Abraham, konsep kedaulatan negara saat ini telah bergeser. Kedaulatan tidak lagi hanya berfokus pada keamanan wilayah secara konvensional, tetapi juga mencakup kemampuan masyarakat dalam melindungi ruang siber dari provokasi, disinformasi, dan ujaran kebencian yang dapat merusak persatuan.

Baca Juga: RUU Pemilu Siap Digodok, Bola Panas Kini di DPR

"Gotong royong di era digital berarti bersama-sama menjaga kualitas informasi, melawan hoaks, serta menciptakan konten yang membangun. Ini adalah bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam menjaga kedaulatan bangsa," tegas Abraham.

Ia menambahkan, literasi digital yang memadai adalah pelindung utama bagi masyarakat. Oleh karena itu, sinergi yang solid antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas sangat dibutuhkan.

“Kedaulatan bangsa tidak bisa dijaga oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama seluruh elemen bangsa untuk memastikan ruang digital kita tetap sehat dan berdaya saing,” imbuhnya.

Senada dengan Abraham, pakar komunikasi Ismail Cawidu yang turut hadir sebagai narasumber menyoroti pentingnya ketahanan informasi.

Ia menyebut bahwa penguatan literasi digital pada dasarnya adalah sistem pertahanan non-militer yang sangat krusial dalam menahan gempuran propaganda dan ancaman informasi global.

Sementara itu, narasumber lainnya, M. Irfan Nurdiansyah, menitikberatkan pada peran strategis generasi muda. Ia mengajak kaum muda untuk tidak sekadar menjadi konsumen internet, melainkan tampil aktif sebagai agen perubahan dengan terus memproduksi konten yang edukatif dan inspiratif.

Melalui diskusi publik yang berlangsung interaktif ini, Komdigi dan DPR RI berharap kesadaran kolektif masyarakat dapat terus tumbuh.

Dengan literasi digital yang mumpuni serta semangat gotong royong, Indonesia diyakini mampu mempertahankan kedaulatan bangsanya di tengah dinamika globalisasi yang semakin kompleks.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat