Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Parlemen dari Partai Demokrat Ramai-Ramai Minta Trump Tolak Produsen Mobil China Masuk ke Pasar Otomotif AS

Parlemen dari Partai Demokrat Ramai-Ramai Minta Trump Tolak Produsen Mobil China Masuk ke Pasar Otomotif AS Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tercatat lebih dari 70 anggota parlemen Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat mendesak Presiden AS Donald Trump untuk tetap memblokir produsen mobil China dari pasar Amerika.

Peringatan keras ini dilayangkan hanya beberapa pekan sebelum Trump dijadwalkan terbang ke Beijing untuk bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.

Dalam sebuah surat yang diinisiasi oleh Perwakilan AS Debbie Dingell dan ditandatangani oleh 73 anggota DPR dari Fraksi Demokrat, mereka memperingatkan bahwa pelonggaran aturan bagi mobil China akan membawa konsekuensi yang fatal bagi Amerika.

"Kita tidak boleh menyerahkan industri otomotif Amerika kepada pesaing strategis yang berniat mendominasi global. Dampaknya terhadap pekerja Amerika, rantai pasokan, keamanan nasional, dan komunitas kita akan sangat besar dan tidak dapat diubah," bunyi surat tersebut.

Baca Juga: 75% Wisatawan Cari Alam, DXI Jadi Pintu Masuk Adventure Tourism Indonesia

Desakan ini muncul sebagai antisipasi jelang pertemuan puncak tingkat tinggi Trump dan Xi Jinping pada 14-15 Mei mendatang. Pertemuan ini sebelumnya sempat tertunda pada akhir Maret akibat memanasnya konflik AS-Israel dengan Iran.

Dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP), kekhawatiran kubu Demokrat dipicu oleh pernyataan Trump awal tahun ini.

Setelah kembali menjabat, Trump sempat mengisyaratkan keterbukaannya terhadap produsen mobil China yang ingin masuk ke AS, dengan syarat mutlak: mereka harus membangun pabrik di tanah Amerika dan mempekerjakan warga lokal.

"Biarkan China masuk. Biarkan Jepang masuk. Mereka akan membangun pabrik, tetapi mereka harus menggunakan tenaga kerja kita," tegas Trump dalam acara Detroit Economic Club Januari lalu.

Namun, anggota parlemen menolak keras gagasan tersebut. Mereka menilai industri otomotif China tidak bersaing di lapangan yang setara.

Menurut surat tersebut, dominasi China digerakkan oleh strategi negara melalui subsidi besar-besaran, pembiayaan di bawah harga pasar, dan praktik curang di sepanjang rantai pasokannya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: