Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

75% Wisatawan Cari Alam, DXI Jadi Pintu Masuk Adventure Tourism Indonesia

75% Wisatawan Cari Alam, DXI Jadi Pintu Masuk Adventure Tourism Indonesia Kredit Foto: Dok. Kemenpar
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ajang Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 menjadi pintu masuk bagi pengembangan adventure tourism atau wisata petualangan di Indonesia, seiring meningkatnya tren wisata berbasis pengalaman alam.

Pameran tahunan yang mengangkat olahraga petualangan, aktivitas luar ruang, dan penyelaman ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa alam sambutannya di pembukaan DXI 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

"Selamat kepada Deep Extreme Indonesia yang sudah 18 kali menyelenggarakan pameran ini. Ini adalah salah satu langkah kita untuk semakin memperluas jejaring, menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata Adventure tingkat global," kata Wamenpar, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Jumat (24/4).

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 75 persen wisatawan yang datang ke Indonesia menjadikan wisata alam sebagai daya tarik utama. Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen memilih wisata pesisir dan bahari sebagai aktivitas utama. Kontribusi wisata bahari pun sangat signifikan, yakni sekitar 32 hingga 42 persen terhadap total aktivitas ekonomi pariwisata nasional, atau setara 1,5 hingga 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Perkembangan ini tidak terlepas dari perubahan perilaku wisatawan pascapandemi COVID-19 yang semakin mengutamakan pengalaman bermakna. Wisatawan kini mencari pengalaman yang lebih personal, mendalam, serta terhubung langsung dengan alam, budaya, dan masyarakat lokal. Tren ini mendorong meningkatnya minat terhadap wisata minat khusus seperti diving, surfing, sailing, trekking, dan berbagai aktivitas petualangan lainnya.

Dalam mendukung pertumbuhan wisata luar ruang, Kementerian Pariwisata menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai prioritas utama. Sejak 2025, keselamatan berwisata telah menjadi program unggulan yang diperkuat melalui pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu wisata serta pelaku industri pariwisata berbasis alam.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus mendorong pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16 hingga 17 juta pada 2026. Pada tahun sebelumnya, Indonesia berhasil mencatatkan 15,4 juta kunjungan wisatawan.

DXI 2026 diselenggarakan pada 23–26 April 2026 di Hall B JICC Jakarta dengan mengusung tema #DAREtoXPLORE: Waves of Collaboration. Tema ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mengembangkan industri wisata petualangan sekaligus mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia.

Pameran ini menghadirkan ekosistem industri yang lengkap, mulai dari peralatan diving, wisata bahari, overland adventure, mountaineering, hingga komunitas petualangan dan gaya hidup luar ruang. Selama empat hari pelaksanaan, DXI 2026 juga menyuguhkan berbagai program interaktif seperti Diving and Underwater Experience, Adventure and Outdoor Activities, Workshop and Sharing Session, serta Family Kids Activities.

Selain itu, berbagai kompetisi turut meramaikan acara, di antaranya Underwater Mermaid Competition, Underwater Photo Competition, Underwater Dance Competition, Underwater Modelling Competition, serta Adventure Shootout Competition.

Kementerian Pariwisata juga berpartisipasi aktif melalui kehadiran booth Wonderful Indonesia seluas 54 meter persegi yang menampilkan berbagai pelaku industri pariwisata nasional.

Pembukaan DXI 2026 turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Baca Juga: Target Pertumbuhan 8% 2029, Pemerintah Siapkan Asuransi Pariwisata di Labuan Bajo

Baca Juga: Kemenpar Latih ASN Susun Policy Brief, Kebijakan Pariwisata Bakal Berubah Total

"Saya berkomitmen mendorong agar sektor pariwisata, termasuk pariwisata bahari ini didukung kesiapan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah," kata Menko AHY. 

Ia menyampaikan banyak destinasi unggulan Indonesia memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan aksesibilitas. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam menghadirkan infrastruktur dan fasilitas yang memadai.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya