Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Menurut Meutya, meski berfokus pada perlindungan anak, kebijakan tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih aman secara menyeluruh, termasuk bagi perempuan.
“Harapan kami, tidak hanya anak-anak yang terlindungi, tetapi seluruh ekosistem digital menjadi lebih sehat. Orang tua juga akan lebih tenang saat anak dan keluarganya beraktivitas di dunia digital,” jelasnya.
Lebih lanjut, Meutya juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk di sektor pemerintahan dan teknologi. Perspektif perempuan dinilai penting untuk menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap berbagai ketimpangan.
Baca Juga: Implementasikan PP TUNAS, Komdigi Tunggu Keseriusan Roblox Dua Hari ke Depan
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keseimbangan peran antara perempuan dan laki-laki menjadi kunci kemajuan bangsa di tengah tantangan global.
“Perempuan dan laki-laki adalah dua sayap bangsa. Jika keduanya bergerak seimbang, Indonesia akan mampu terbang lebih tinggi,” pungkas Meutya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman