Walau Banjir Dissent, The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga Dolar AS
Kredit Foto: Istimewa
Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran dari 3,5–3,75% di Federal Open Market Committee, Rabu (29/4).
Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan kebijakan tersebut dinilai masih tepat untuk mendukung target inflasi dua persen dan stabilitas pasar tenaga kerja.
Baca Juga: SIG Andalkan Komponen Lokal, Belanja Suku Cadang Naik Jadi Rp809 Miliar
“Kami melihat sikap kebijakan moneter saat ini sebagai hal yang tepat untuk mendorong kemajuan menuju target lapangan kerja dan inflasi 2%,” ujarnya.
Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan tidak ada perubahan suku bunga pada pertemuan kali ini. Namun, The Fed tetap memberi sinyal kemungkinan pelonggaran kebijakan (easing) ke depan.
Di balik keputusan tersebut, muncul perbedaan pandangan yang cukup tajam di antara anggota dewan. Sebanyak delapan anggota komite bank sentral mendukung mempertahankan suku bunga dengan kecenderungan pelonggaran.
Sementara itu, empat anggota menyatakan dissent (perbedaan pendapat) dengan posisi yang tidak seragam. Hal ini menjadi tingkat perbedaan tertinggi sejak 1992.
Stephen I. Miran menjadi satu-satunya anggota yang mengusulkan pemangkasan suku bunga sebesar dua puluh lima basis poin pada pertemuan ini.
Sementara Beth M. Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie K. Logan memilih mempertahankan suku bunga tanpa sinyal pelonggaran. Pandangan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi.
Powell, meski terdapat perbedaan pendapat mengenai arah kebijakan suku bunga, menegaskan bahwa keputusan tetap diambil secara kolektif.
“Proses kolaboratif dan deliberatif kami mencerminkan komitmen bersama untuk menemukan titik temu dalam misi pelayanan publik,” katanya.
Perbedaan pandangan dalam internal bank sentral menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter ke depan masih diliputi ketidakpastian. Pelaku pasar kini menanti data ekonomi berikutnya untuk melihat kapan mereka benar-benar akan mulai menurunkan suku bunga.
The Fed sebagai penentu arah kebijakan suku bunga menjadi sorotan dunia karena setiap keputusannya memiliki dampak luas, termasuk terhadap nilai dolar, pasar saham dan aset kripto.
Baca Juga: Iran Kecam Penyitaan Kapal oleh Amerika Serikat: Pembajakan, Langgar Hukum Internasional
Dengan inflasi yang masih menjadi perhatian utama, bank sentral diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam menentukan langkah kebijakan selanjutnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar