Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Kecam Penyitaan Kapal oleh Amerika Serikat: Pembajakan, Langgar Hukum Internasional

Iran Kecam Penyitaan Kapal oleh Amerika Serikat: Pembajakan, Langgar Hukum Internasional Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran mengecam tindakan pembajakan kapal komersialnya, yang dilakukan oleh Amerika Serikat. Teheran dalam hal ini melayangkan protes ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Utusan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, mengirim surat resmi kepada lembaga tersebut untuk memprotes tindakan penyitaan kapalnya oleh Amerika Serikat. Ia menyebut penyitaan kapal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Baca Juga: Iran Tak Percaya Amerika Serikat, Tegaskan Konflik Belum Usai Meski Ada Gencatan Senjata

"Ketergantungan pada pengaturan domestik yang secara inheren ilegal tidak dapat membenarkan kejahatan keji yang dilakukan melalui penggunaan kekuatan," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tindakan penyitaan terhadap kapalnya merupakan bentuk pemaksaan ilegal dan campur tangan terhadap perdagangan internasional yang sah. Iran juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut dapat menciptakan preseden berbahaya.

"Perilaku seperti itu merupakan pemaksaan ilegal, intervensi terhadap perdagangan internasional yang sah, dan penyitaan properti secara tidak sah," kata Iravani.

"Hal ini menciptakan preseden yang sangat merusak tatanan hukum internasional," tambahnya.

Sebelumnya, Kelompok Houthi Yaman mengecam tindakan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Pihaknya mengkritikan blokade hingga pembajakan terhadap kapal komersial dari Iran oleh Washington.

Kementerian Luar Negeri Houthi menyatakan tindakan tersebut telah memaksa dunia membayar harga mahal. Menurutnya, serangan terhadap kapal komersial serta penahanan awak kapal melanggar hukum internasional.

Ia menyebut bahwa gangguan rantai pasok global, kenaikan harga pangan, serta lonjakan harga energi disebut sebagai dampak langsung dari eskalasi tersebut.

Houthi juga menyatakan dukungan terhadap langkah pembatsan navigasi oleh Iran di Selat Hormuz. Mereka menegaskan hal tersebut sebagai bagian dari hak negara untuk membela diri dan menjaga keamanan wilayahnya.

"Yaman tidak netral terhadap serangan yang sedang berlangsung terhadap Iran, Lebanon, dan Palestina," demikian pernyataan mereka.

Houthi sebelumnya memperingatkan dapat menerapkan biaya hingga menutup jalur pelayaran dari Selat Bab al-Mandeb. Penutupan Selat Bab al-Mandeb berpotensi mengganggu jalur perdagangan global yang sangat vital, termasuk distribusi minyak dan barang.

Perselisihan Amerika Serikat dan Iran terus meningkat, tidak hanya secara militer tetapi juga di ranah hukum internasional. Langkah Iran membawa isu ini ke meja dunia menunjukkan upaya untuk mendapatkan dukungan internasional.

Baca Juga: Klaim Dibekingi Raja Inggris, Trump Sebut Konflik Iran-Amerika Serikat Berjalan Baik

Konflik ini berpotensi mengganggu stabilitas perdagangan global, terutama energi dan logistik. Dengan ketegangan yang terus meningkat, penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi masih menghadapi tantangan besar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar