Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Toto Sugiri (DCII) Tarik Pinjaman Rp17 Triliun dari BCA, Buat Apa?

Emiten Toto Sugiri (DCII) Tarik Pinjaman Rp17 Triliun dari BCA, Buat Apa? Kredit Foto: DCI Indonesia
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk mengamankan fasilitas kredit bernilai jumbo dari PT Bank Central Asia Tbk. Pendanaan ini menjadi amunisi penting untuk mempercepat pengembangan bisnis pusat data Perseroan ke depan.

"Dalam rangka menunjang kebutuhan pembiayaan untuk perluasan usaha Perseroan ke depan, Perseroan telah memperoleh Penambahan Fasilitas Kredit yang akan dituangkan dalam Perjanjian Kredit No. 13 tanggal 30 April 2026 sebagaimana termuat dalam Akta Perjanjian Kredit yang dibuat oleh Notaris Putut Mahendra, S.H., Notaris di Jakarta Pusat, antara Perseroan dengan PT Bank Central Asia Tbk," kata Direktur DCII, Indri Koesindrijastoeti.

Adapun fasilitas yang diperoleh berupa kredit investasi dengan total limit hingga Rp17 triliun. "Dana akan digunakan untuk mendanai kebutuhan belanja modal Perseroan dalam rangka pembangunan dan penyelesaian fasilitas pusat data serta pemenuhan permintaan pelanggan atas kapasitas yang telah terkontrak," ungkap Indri.

Sebagai bagian dari perjanjian, Perseroan menyiapkan sejumlah jaminan kredit, mulai dari aset tanah dan bangunan, mesin serta peralatan data center, hingga rekening giro di BCA dan tagihan klaim asuransi.

Dari sisi regulasi, transaksi ini tergolong sebagai transaksi material karena nilainya melampaui 20% dari ekuitas Perseroan sesuai POJK No.17/POJK.04/2020. Namun demikian, DCII tidak diwajibkan menggunakan penilai independen maupun meminta persetujuan RUPS karena fasilitas ini merupakan pinjaman langsung dari bank.

Transaksi ini juga dipastikan bukan transaksi afiliasi, mengingat tidak ada hubungan kepemilikan maupun kepengurusan antara DCII dan BCA. Dengan demikian, tidak terdapat potensi benturan kepentingan dalam prosesnya.

Baca Juga: Perluas Kapasitas Platform DCI Indonesia Resmikan Data Center E2 di Surabaya ‎

Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun, Kredit Hampir Sentuh Rp1.000 Triliun

"Perseroan memandang bahwa transaksi penambahan fasilitas kredit ini tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," terang Indri.

Sebaliknya, fasilitas ini akan mendukung belanja modal pembangunan pusat data, memastikan penyelesaian layanan yang telah dikontrak, dan memperkuat struktur pendanaan jangka panjang.

Dengan tambahan pendanaan ini, DCII juga semakin siap memperbesar kapasitas dan memperkuat posisinya di industri data center yang terus berkembang pesat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri