Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

OJK Ungkap Biang Kerok Outflow Usai Prabowo Soroti Pasar Modal

OJK Ungkap Biang Kerok Outflow Usai Prabowo Soroti Pasar Modal Kredit Foto: BPMI setpres

Selain itu, regulator juga memperkuat aspek likuiditas melalui pengaturan free float saham di atas 15% secara bertahap. Langkah tersebut dilakukan untuk memperdalam pasar sekaligus memperkuat kualitas perdagangan saham domestik.

Friderica mengatakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini mulai lebih mencerminkan fundamental emiten dibanding sekadar sentimen jangka pendek. Hal itu terlihat dari pergerakan indeks yang mulai sejalan dengan indeks utama seperti LQ45 dan IDX30.

OJK memperkirakan pasar masih akan menghadapi penyesuaian menjelang rebalancing indeks MSCI pada Mei dan Juni 2026. Namun regulator menilai tekanan tersebut merupakan konsekuensi sementara dari proses reformasi pasar.

“Ini adalah dampak temporary dari perbaikan yang kita lakukan,” kata Friderica.

Baca Juga: Banyak Investor Kabur dari Pasar Modal, Purbaya: Kalau Ikuti Saya Bilang Serok Bisa Cuan

Baca Juga: IHSG Tembus 7.000, Airlangga Bongkar Jurus Jaga Integritas Pasar Modal

Di tengah tekanan eksternal, OJK juga memperkuat investor domestik sebagai bantalan stabilitas pasar. Dalam satu tahun terakhir, jumlah investor pasar modal meningkat sekitar 5 juta Single Investor Identification (SID).

“Jadi kita pendalaman pasar bagaimana investor domestik kita tingkatkan, supaya kalau terjadi gonjang-ganjing di luar tetap lebih stabil untuk market kita,” ujarnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri